mengapa jatuh cinta mesti berulang kali?


mengapa jatuh cinta mesti berulang kali? Perasaan, Nabi-Nabi tidak pernah pacaran. (apalagi putus-nyambung!)


jika dipandang dari pertanyaan di atas, terbersit pemikiran seakan cinta adalah kontrak persetujuan dari dua pihak (rental), dimana saat kita mencintai seseorang maka kita akan menawarkan diri untuk bermain di kontrak cinta..

(ceilee… :P (gaya!))

Kembali lagi ke zaman dahulu, zaman katrok wong ndeso.

Sampe saat ini gue belum denger kalo ada Nabi yang bercerai, apalagi pacaran terus marahan terus ngambeg-ngambegan terus terus cemberut-cemberutan terus terus selingkuh selingkuuuuhh terus-terusan. Andaikan cerita itu ada, siapa yang tahu tolong ceritakan ke gue ya! (berikut hadist-nya) :D

Kita maju ke zaman modern, zaman edan (nenek-nenek tato-an!)

jujur gw jatuh cinta 3,5 kali (3-3nya tentu saja wanita) 0,5nya khilaf! (tentu juga dengan Wanita!), dan sampai akhirnya putus-putus juga. Terbersit dalam hati untuk berhenti cari-cari yang baru, dengan alasan bosen ngontrak sana lalu pindah - ngontrak sini lalu pindah lagi – ngontrak sono lalu diusir (diputusin).

Secara, saat kita menjalin hubungan dengan pribadi baru maka kita harus belajar lagi mengenali sifat-sifat baik dan busuk lawan main kita, dan itu suatu rutinitas yang biasa dalam proses awal kontrak berpacaran, dan itu pula-lah yang mambuat gue males jatuh cinta (lagi). Harus mengenal orang lebih dalam tanpa hasil (percuma) karena akhirnya Huss! Husss! Pergi sono! Lu Bau!! (bubar-bubaran juga).

Nah Loh! Tragedi pasca putusanlah yang paling mengerikan, dimana Lu yang badan keker kuat jadi ceking cengeng, dimana seorang Rocker jadi mendayu-dayu, dimana nenek-nenek cempreng jadi batu (diam seperti bisuL). Karena manisnya kata-kata cinta berubah jadi pahitnya empedu kebencian (ooo00wwWW…. Lebaaayyy!!!)

Dari pengalaman itu semua akhirnya gue berpikir, untung ini masih pacaran.. coba kalo udah nikah, mau cerai aja susahnya minta ampun setengah mati karena semua terkait. Bukan 2 pribadi saja, namun 3 keluarga yg di permasalahkan.

Gue pribadi, sekarang ini lg belajar mengintropeksi diri (belajar? Kapan intropeksinya klo belajar terus?) untuk merealisasikan keseriusan menjalin hubungan. Bukan hanya dari mulut, namun juga dari tindakan, dan berusaha menjauhkan kata putus dalam hubungan. Takutnya kebawa-bawa sampe married.. bilang putus 3x suruh kawin lagi. Mau lu?! (mau aja Lu mah klo denger kata “kawin”!!)

, It’s oke!.

daripada banyak berkata-kata yang gak jelas gini, terus melebar melebar dan ujung-ujungnya gw curhat sama lu “klo gw mau kawin sama monyet!!!”, kan beban juga buat yang baca. Yowees… disudahi saja note-nya!

Wabillahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

Merdeka!!!

2 komentar:

badut ajee

cuma segini aja nih fotonya ..??
:D ahahahahha
kasian

Daman kadar

ckckck... busettt emang mau berapa?
gue bukan pengoleksi cewe wwoyyyy!

(susah emang kalo kurang tampan)
21 tahun hidup, ya cuma segitu!

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger