Kebencian memiliki pasangan

Memahami diri sendiri saja tak bisa,
apalagi memahami seorang yang ingin dipahami.

Bukan masalah cinta yang dipermasalahkan,
Tapi egoisme dan kepentingan pribadi selalu berbenturan.

Aku bukan lelah dengan cinta,
Aku lelah menambah masalah.

Aku ingin begini dia ingin begitu,
kenapa aku harus menjadi seperti itu.

Dia mencintaiku saat dia menemukan kebahagiaan padaku,
Dan dia membenciku saat dia mendapatkan penderitaan padaku.

Cinta hanya menikmati kebahagiaan,
Tak pernah mau menikmati rasanya sedih.

Dia adalah milikku dan aku adalah miliknya,
Tapi sesungguhnya kami tak saling memiliki.

Semua hal yang mendekatiku seperti musuh di pandangannya,
Dan semua hal yang merebut pandangannya bukan temanku.

Kadar yang sama, ukuran rasa jelas berbeda
Mengapa benci selalu mengalahkan rasa cinta.

Cita dan harapan yang terbangun tinggi dapat hancur dengan satu kata “putus”.

Betapa lemahnya diri ini, dan dia pun tak pernah mengajarkan ku kuat,
Yang diajarkan adalah bagaimana menerima rasa sakit.

{24 maret 2010}


blogger-emoticon.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger