Tentang cita-cita

Kadang gue lupa pernah mengikrarkan berapa cita-cita dari dulu waktu masih ganteng sampe sekarang pas tambah ganteng (*Spiiik!!!).
Seinget gue si’ pas SD cita-cita gue jadi ABRI, POLISI, PRESIDEN. Seiring perkembangan Dzaman cita-cita gue “nungging” >Jangan sampe jadi ABRI, POLISI, Presiden. Amin!

Lebih rendah lagi, cita-cita gue nurun! Sekarang lebih pengen jadi Ibu rumah tangga. Tinggal masak, bangunin suami, mandi, nyuci, nyapu, ngepel, nunggu suami pulang kerja (sambil serong sama tetangga), begitu aja tiap hari. Indahnya jadi wanita! (*Spiiik!!!).
lebih enak jadi Bapak Rumah Tangga. Bangun dibangunin, makan dimasakin, disuapin, nyuci dicuciin, mandi dimandiin, sampe Burung punya sendiri dirawatin!. Enaknya jadi Bapak-Bapak!. (pastinya!)

Pasal pertama tentang hidup yang ngaconya minta ampun, cita-cita bukan sebuah patokan untuk melakukan susuatu. Mungkin karena gue nganggep susuatu yang gue cita-citain selalu gagal. Bukan hanya jadi ABRI, POLISI, Presiden! Tapi apapun yang gue cita-citain ujungnya kentut!

Mau jadi Guru, langsung nyadar punya otak terbelakang. Mau jadi Pilot, masih bingung sampe sekarang bedain kiri dan kanan (apalagi utara selatan timur barat). Mau jadi model, langsung di tendang pas daftar (saking gantengnya gue, sampe pada taakut kesaing! *teteup!). mau jadi Gigolo pasti gak cocok, soalnya langsung lemes liat cewe tipe “Bude Sugeng” (Bujur geDE Susune aGENG).

Menyadari itu semua (seabrek-abrek kekurangan yg gak mau gue paparin), cita-cita gue 1 “cepet lulus kuliah”! Amin! Amin! Amin!
Kalo ngeliat IP yang gak pernah lebih dari 2.4 kadang pengen nangis, pengen dipeluk, pengen dicium. (Usaha dikit gak apa-apa kan!)

Sudah saatnya bangun dari khayalan masa kecil (sampe sekarang) yang selalu percaya kalo gue bisa terbang. Pasti bisa!

Sekarang tinggal jalani hidup, bergabung di mayoritas, tidak membuat masalah besar, dan hidup damai. Tak perlu memaksakan untuk menjadi seseorang yang hebat!.

Karena gue yakin.
Orang yang bahagia adalah orang menerima keadaannya dengan rasa syukur.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger