sesak

sisi lorong kumuh butakan mata menuju udara segar
satu harapan terputus kala keegoisan sudah tak tahu diri
mereka yg terdiam tak perduli padamu, aku yg perduli malah menyakitimu.
    ketika suaramu sudah terdengar membelatuk, berbau sampah, mengikat sumpah
    semua mata yg terjagapun angkat bicara.. "andaikan bisa ku keluarkan darah, akan kubasahi seluruh tubuhmu"

aku takut akan amarah
tak kenal waktu, tak kenal kenangan, tak kenal akan etika.
sungguh aku takut!

1 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger