Phobia

sejak lahir hingga usia sekarang, kita diperkenalkan oleh orang lain disekitar kita.
Mulai dari Ibu, Ayah, Kakek, nenek, saudara, dan banyak orang lainnya yang mempunyai perannya masing-masing.
kita dipertemukan atas takdir Tuhan, dalam skenario-Nya, dimana kita menjadi aktor/aktris bebas.

lalu, aku dan kamu bertemu. Tetap dalam skenario-Nya.
apa kamu percaya "kita ini jodoh"?

boleh percaya, boleh tidak, boleh saja tak peduli!
aku hanya ingin menjadi seseorang yang baik yang kamu kenal.
biar Tuhan yang menuntun ceritanya,
kita sama-sama tak peduli.


kita suka bercerita, mengarungi pinggir sungai sampai ufuk barat.
mendengar celotehmu dan ejekan yang kusambut tawa.
kita tak perduli, kita bahagia seperti ini.

teman

sampai semua jarum jam kembali ke puncak pada setiap harinya,
kita sama-sama merevisi,
memperbaharui pemikiran, hati, juga rasa.
memperbaharui wajahmu di mataku,
mengapa terasa lain? padahal kau tetap sama.

apa fikiranku saja yang berubah?
yang terlena bayang-bayangmu tiap aku merasa sendiri.

di tengah malam, aku makin berani membangunkan mu
mencoba membuat tawa bersama,
menyenggol-nyenggol alam sadarmu untuk berkhayal
mimpikan aku malam ini

sebelum terbit fajar, kau pun tak ragu mengusik ku
sekedar mengingatkan, 'jangan lupa ibadah'!

kali ini aku tak salah,
matahari yang ku fikir sejuk, tetap saja panas.
malam yang kurasa sangat singkat sungguh merugikan ku,
aku tak ingin tidur
tak ingin membuang waktu bersama mu untuk sekedar istirahat.

aku sadar

ini puncak nadirku!
puncak dimana aku lupa, kau temanku!

dan...
aku tak ingin lebih tinggi, mengajakmu jatuh bersama.

aku takut menyakitimu
aku takut mengikat mu hidup bersama ku

aku bukan takut jatuh cinta!
itu sudah terlanjur,
tapi aku tak ingin lagi terlanjur untuk esok,
dimana dulu aku terlanjur memusuhi teman baikku, karena cinta.

aku takut menjalin hubungan kasih
takut menyakiti dan tersakiti.

aku tak ingin melihatmu menangis,
itu yang selalu ku buat ketika dia (dulu) menjadi kekasihku.
dan aku tak ingin tersakiti,
hanya karena terlalu lemah oleh perasaan sayang.

biar aku nikmati puncak rasaku sendiri,
tanpa ada Hak untuk melarangmu jatuh cinta,
pada siapa saja.


06-09-2010

masih phobia
phobia pacaran! -_-

6 komentar:

*runrunphii

dalem .
gua ngerti banget tuh .gimana rasanya harus stay away ,dan nyoba buat ngebunuh perasaan sendiri ,pelan pelan ..

semangat aja lah ! :)
kalo jodoh ,ga bakal kemana ko ! xD~

Daman kadar

iya pi :D

semangat! :D :D :D

Anonim

so swiit bang,
boleh copas gag, di editin dikit dehh
buat mading kelas, pliss..

Anonim

so swiit bang,
boleh copas gag, di editin dikit dehh
buat mading kelas, pliss..

@yukitatawa_f3

Daman kadar

iya boleh, silahkan. :)

mulya sari

iya bener banget,, capek ngerasain bahagia yang palsu ,, dan terlanjur membenci teman :/

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger