Bunuh diri

Hari ini, seperti hari-hari sebelumnya.. menjalani rutinitas kerja seperti biasa, memainkan garis dari pagi sampai malam dan pulang.
Memang datar, monoton dan bahkan membosankan… bukan sesuatu yang “Wah!” seperti harapan hidup sebagian orang, tapi inilah hidup.. ada kalanya kita memang harus menikmati kebosanan sampai bosan, lalu mencerna

“kenapa kita bosan?”

……

Kita butuh sesuatu yang lebih,
Ketika tak bisa.. maka,
kita butuh menerima.

~~~ ~

Sudah saatnya pulang, menyisakan beberapa gambar untuk besok saja dikerjakan..
“masih ada hari esok, bekerja tak perlu terburu-buru!”.
Perkataan yang selalu keluar saat gue males.

Pukul 18.15
Parkiran sudah sepi, yang berarti loyalitas pekerja hari ini sedang menurun.

Gue-pun pulang, boncengan sama teman satu divisi Engineering, “Evi” namanya!
Karena searah, kami sering bareng.


Jl. Raya Bekasi menuju cakung hari ini Ramai lancar, jalanan yang sudah lumayan bagus karena belum lama ini diaspal ulang, dan lampu jalan yang berfungsi dengan baik setiap 50 meter.

Ini sangat memungkinkan untuk track ngebut!

…..

Tepat di pertigaan harapan indah, tepat saat beberapa kendaraan melaju kencang, ada seorang ibu tua yang berlari ke jalan raya dan terjatuh..
Beberapa kendaraan banting stir untuk menghindari adegan “Lindas”!
Dan gue pun menekan 2 Rem ini dengan  tegas!!!

“CCiiittt!!!”

Berhenti.

2 meter dihadapan gue ada ibu tua dengan rambut yang memutih, berbaju garis-garis hitam-putih bercelana panjang se-tumit sedang tergeletak tak berdaya..

“tunggu sebentar, Vi!”

Gue bergegas turun untuk menolong..
( sebenernya bukan menolong, karena gue liat dengan mata kepala gue sendiri kalo Ibu tua ini tidak tertabrak oleh apapun.. “dia menjatuhkan diri ke tengah jalan raya dengan sengaja!” )

Digaris bawahi “dengan sengaja”

……….

Gue berlari tergesa mendekati ibu tua ini, dan mulai mengangkatnya dari belakang.
Dimulai dari mengangkat bahunya sampai duduk dan berselonjor,

Berat!
Dia seperti orang pingsan,
tapi tidak,
matanya terbuka..

( Seketika jalanan jadi ramai dan mulai menunjukan macet, tak ada pengendara lain yang ikut turun membantu.. )

Gue mencari celah antara ketiaknya untuk mengangkat, namun tangan gue ditepis!

Ia seperti tidak suka dibantu. Seperti ingin diam membatu.

Lalu gue tarik bajunya hingga tangannya terangkat,
Begitu ada celah di ketiak, barulah gue angkat dari belakang.. menyeretnya ke trotoar.

(kami berdua jadi tontonan)

Dia tetap membatu, diam tak berekspresi.. Tanpa pernah menatap gue sedikitpun.

Apa yang ada difikirannya?
Mungkin dia pun tak tau!

…..

Setelah lama menatap wajahnya dari sisi kanan, gue memberanikan diri bertanya ;

“Kenapa Bu?”

……

( gue menatap dalam, ke matanya )

……

( Dia tetap duduk diam membisu, memandang lurus kedepan tanpa memperdulikan semua orang yang menatapnya, sampai akhirnya kami semua pergi…
meninggalkan seorang ibu tua terpaku di trotoar ).

………..

“gue gagal bunuh diri!” -_-
(mungkin kata ini yang ada di benaknya!)

Wallahualam

~~~ ~

Gue harap dia baca postingan ini, ada beberapa hal yang ingin gue perbincangkan dengan dia.. mendengar keluh kesahnya dan menjadi temannya jika dia berkenan.

“jiwa kita akan tetap hidup walaupun raga kita mati!”

“Jiwa” tetap akan memikul beban kehidupan, dan mempertanggung jawabkan semuanya di akhirat, kelak!
Saat masalah besar datang, dan kita masih diberi kehidupan.. disitulah jalan keluarnya!
Jalan keluar dari semua masalah !
Karena ketika raga kita mati, kita tak akan bisa merubahnya!

move On!!!

Jalanin aja hidup kita, Bu!
Toh, nanti kita semua juga bakal mati.

Terlebih… ibu yang sudah tua, sebentar lagi kok! :)

Semangat!!! Mumpung ada waktu, kita rubah semuanya!




:')

2 komentar:

Anonim

paraaahh lo man..
nyumpahin org matii..
hahaha

Daman kadar

bukan nyumpahin, emang dia-nya aja yang pengen bunuh duri! :))

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger