Memoriam of Macan ‘my last cry, tonite!’

Buat temen-temen yang kenal ‘Macan’, ataupun yang pernah gue ceritain tentang Macan, dengan ini gue ingin kasih kabar... kalo ;
“Macan udah gak ada, Macan udah pergi, Macan sudah meninggal!”


Dia bukan kucing peliharaan!
Dimana kastanya adalah ‘kepunyaan’.

“Dia Adek kandung gue!”
Begitu kata nyokap saat nyuruh gue, kasih makan Macan.

“kamu gak akan punya adik lagi, ya ini adikmu.. (Macan)!”
Semenjak nyokap ngomong ini, gue seneng banget punya adik kandung. Sumpah!

Tolong jangan bilang ;
“Macan itu kucing Lo, Man”

“MACAN ITU ADIK GUE!” SUMPAH!!!



~~~


Welcome ‘Macan’

(dahulu) Macan itu dateng dengan sendirinya, tanpa diundang tanpa dipancing tanpa membawa barang bawaan layaknya orang kabur dari rumah.
Ia datang tanpa sehelai pakaian (bugil), membawa keceriaan untuk sepupu gue yang masih 3 tahun ‘Dira’.

Macan adalah pribadi yang menarik, murah senyum dan pengertian tinggi. Bertahun-tahun kami hidup bersama, gue gak pernah liat dia ‘Pup!’, dia selalu pergi ke lapangan (ataupun ke rumah tetangga) untuk buang hajat.

Ia sangat sopan.

Ia tak pernah mengeluh gue kasi makan mie rebus yang udah ngembang, telor cepok gagal, ataupun nasi uduk sisaan setiap pagi.. bahkan 1 piring ber-2 sama gue pun dia mau!
“he is a good Boy!”



Macan, I love you!

Walaupun usianya lebih muda dari gue, ia lebih berani sebagai cowok.
Ia bisa loncat 8x panjang tubuhnya,
saat gue di kejar Anjing tetangga depan rumah seraya teriak-teriak “AaaaaaaaaaaaAAAAAAaaaaaaAAAAAAaaaa...!!” , ia tiba-tiba keluar dan menggertak si ‘Chiko’ (Anjing hitam yang besarnya 4x dari dia)!

“MMEEEEEEEOOOOOWWW!!!” bulunya berdiri layaknya landak.
“MMEEEEEEOOOWWWWW!!!.....” ... (panik)
Walaupun akhirnya ia lari juga lalu naik ke atas pager rumah, sampai si Chiko pun menunggunya turun untuk duel dan babak belur..
ia takut!.

“He’s my Hero!” dia tetep pahlawan gue.
 I Love you, Macan :*












Macan be ‘Recycle bin’




Gue paling males curhat sama cewe, rata-rata dari mereka sulit menjaga rahasia (Sumpeh! Pengalaman maut!), kalo curhat sama cowo juga males.. udah ketewak masukan-masukan yg bakal keluar ; “yaudah si.. yaudah sii..!”
Kalo sama banci.. (belom pernah).

:') Macan adalah ‘Pelacur’ (Peladen Curhat) yang handal.

Curhatan paling banyak dari idup gue adalah masalah duit, setiap bulan pasti minjem sama nyokap buat nutup makan bensin jajan ;

“Can (macan), duit gue udah abis lagi aja coba!”
sambil ngelus-ngelus palanya.

Dia cuma senyum-senyum, ngendus-ngendus dan nutup matanya.
Mungkin dalem hatinya ;
“Yaah, gapapa deh kaka.. Acan juga udah biasa kok gak mam!”

Gue senyum.. (dia sangat pengertian)

“Oh iya, Can.. kalo gue dapet istri yang gak suka kucing, gimana can?”
Sambil ngelus-ngelus dengan penuh cintaa.

“Miawwww....” -_-
Artinya ; “jangan sih kaaa, Acan mau ditaruh dimanaaa??? Tegaaaa ihh!!???”
Gue senyum.. (gue gak tega kalo nelantarin dia)

Lalu kami lama saling pandang, senyum-senyum, digigit nyamuk.

“Oh iya, Can! Minjem duit donk!”
gue cekek lehernya.

“MeooWW!!!”
Dia langsung lari menyandung tong sampah.
Artinya ; “Goblok kali lu, Bang!”


Macan is Homer (penunggu rumah, maksudnya)

Tiap gue pulang malem sampai dini hari, macan selalu setia nunggu gue didepan Gang. Entah alasannya apa, yang gue tau dia selalu duduk diam menunggu gue masuk dan diapun masuk.
Biasanya saat hujan/cuaca dingin, dia akan tidur satu ranjang sama gue tepat di samping paha, sampai pagi..
sesekali dia yang ngebangunin gue untuk kerja pagi, naik keatas badan dan menaruh kedua tangannya di muka gue.
Mungkin maksudnya ;
“Kakaaaaaa, banguun.. (cilukbaaaaa) udah pagi niih, Acan gak mau kaka telaaat ngantoooor!”

“Bangunin, Neng! Cakar aja!”
Nyokap Cuma ngompor-ngomporin saat Macan bangunin gue.

(Semoga aja Macan gak pernah nyium bibir gue saat tidur! Ataupun megang-megang burung gue! Aaamin)


Macan go Home

Macan jarang main jauh-jauh, sepertinya dia tidak hafal jalan.
Sekali waktu gue pernah ngajak dia lari pagi ke stadion, pagi buta. Gue gendong dia naik motor sekitar 2km dari rumah.
Sampai sana gue lari, dan dia 'ngayap'(pergi-pergi) entah kemana.. setelah selesai gue cari-cari.. dia gak ada. Mungkin Hamsyong (laib).
Disitu gue sedih, kesannya gue udah buang adik kandung sendiri..
3 hari macan gak pulang, gue cari-cari gak ketemu.

Di hari yang sama, 1 minggu kemudian, gue lari ke stadion.
Gak sengaja gue nemuin dia dibawah tiang besar dekat lapangan tennis, sedang tidur, tampangnya lesu, jorok, dan Alay.
Sepertinya dia sudah banyak bertarung dan jadi Preman stadion, banyak codet/luka.

(sepertinya kalahan!).






‘Macan’ on Lastday.

Sepulang kerja, nenek sedang ngejemur kasurnya di halaman.
Nyokap nanya ;
“Kok dicuci, Ma?”
ingin tau.

“ITU TUUH! DIMUNTAHIN ACAN!!!”
Nada bicaranya benci banget

Nyokap yang mendengar langsung marah-marah, menganggap macan adalah kucing kurang ajar, gak sopan dan SONGONG!
Dicarinya itu macan, mungkin mau dipukul.

Macan menghilang.

“Awas aja kalo ketemu, tuh Anak!!”

Macan tetap lenyap.


....



2 hari kemudian

Dira dan Nisa menemukan macan tergulai lemas dekat sumur dengan busa dimulutnya.

Nisa mengangkatnya ke sofa depan teras rumah.


Macan diam.

...


Ia lalu berjalan lemah,
kembali lagi ke samping sumur dan berbaring.

?

Dira dan Nisa tak mengerti.

Ada apa dengan Macan?

...


Esok paginya sebelum berangkat kerja, gue liat Macan di dekat sumur.. terbujur kaku dengan busa di mulutnya, buntut panjangnya pun sudah di gerogoti semut.
Dia tidak melawan.

Detik-detik terakhir, detik-detik kembang kempis perutnya yang cepat.
Detik-detik tersulit nafasnya,
Dengan kedua mata gue sendiri, gue liat dia

 ‘SEKARAT!!!’.


Dan siangnya, ...


...

Dia meninggal.



~~~


22 Desember 2010, tepat hari Ibu.
Macan meninggal secara mengenaskan, tragis!.
Ia memakan Tikus beracun. Tikus yang sudah sekarat karena di racun Si fulan (tetangga samping rumah).
Muntahannya di kasur nenek adalah rasa sakit luar biasa yang tidak bisa dia kendalikan. (Bukan sikap SONGONG, kurang ajar dan gak sopan seperti yang nyokap katakan!)

3 hari bertahan hidup dari Racun.

Ada apa dengan Macan?

Mungkin Dira dan Nisa sudah mengerti jawaban pertanyaan mereka.

.....

“Macan, maafin Nenek, Nyokap dan terlebih.. gue sendiri ya,
 Kita gak bisa jaga Elo.. Kita gak perhatian sama Lo, kita Jahat! Kita... “

.....

“Kaka nyesel gak bisa jaga Acan .. . “

...



Maafin...



kaka.



3 komentar:

mimitgugu

si Acan lucuuu :D

Daman kadar

:') semoga dia masuk surgaa

Gagattuso

:') semoga dia masuk surgaa ...

dan jadi bidadari lo di surga nanti Man... #eh!

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger