Hah? Mana Ada Cinta Permanen!, Aku Lebih Bernyali Dari Bulan. #Pasal 2



1.
Hanya saja bulan itu kuning,
tidak ah! Sepertinya coklat abu-abu.
Bagaimana kalau orange?,
sepertinya tidak cocok juga.
Yasudah, ganti saja topiknya jadi pagi hari.
Hay Sayang, Selamat pagi, layaknya matahari aku ingin selalu menyinarimu.
Dipikirnya aku tak akan mengingat kata itu setelah putus kelak.
Mungkin dia lupa, dia lupa, dan dia lupa.
Kesannya mantanku ada banyak,
ya mungkin ini kesalahan kami,
jatuh cinta sesering kali.

2.
Hey, Ada apa dengan bumi?,
dimana kupijak, perasaanku berubah.
Dengan seteguk Aqua, kunikmati anak kecil bermain Demprak depan sekolah,
di sekolahku juga ada,
demprak dewasa,
yang bermain yang bercinta.
Ku tebak saja namanya ‘Joko’.
Joko memacari 3 wanita bergantian, seperti meloncat dan menggoreskan bintang di aspal.
Entahlah, mungkin hanya aku yang berfikir, di satu atap ini para dinding-dinding menyihir cinta.
ketiga wanita sebaya inilah penikmatnya.
Ternyata Bu Komi Sari benar,
“cinta itu seperti asam sulfat yang bisa larut pada semua perbandingan yang ada”.
Dari sini aku sadar, 
mungkin inilah awal cerita poligami sebelum sempurna.

3.
Ternyata bulan mencintai bumi,
buktinya dia selalu menemani dari ratusan tahun lalu.
Sayang saja dia pemalu, tak berani mengungkapkan.
Itulah kenapa ada jarak 384.403km diantara keduanya.
Sudahlah, hentikan saja pembicaraan masalah Bulan!,
suruh siapa tak bisa ngomong?!.
Ku tahu, Bumi menunggunya berbisik ‘I Love U’ saat air pasang,
dan ku lihat, setiap malam Bulan memang menangis.
Suruh siapa tak bisa ngomong?!,
terlebih setelah Doel Sumbang ikut-ikutan menyindir.
Suruh siapa tak bisa ngomong?!.
Namun ku yakin cintaku lebih besar dibanding Bulan ke Bumi.
Itu terbukti saat ku nyatakan cinta kepadamu dengan bernyanyi,
Tak ada bagus-bagusnya, sungguh.
Untunglah Tuhan menutup telinga,
sehingga Dia tak mengusirku dari Bumi.
Itu demi cinta, ku pertaruhkan hidupku di hadapan Tuhan yang pasti mendengar.
Bulan tak ada apa-apanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger