Hidup



Jika hidup dianalogikan sebuah kertas, mungkin aku sudah mati. Memilih reinkarnasi untuk mendapat kesempatan menorehkan kisah pada kertas baru.

Jika hidup dianalogikan sebuah buku, pasti aku tak tahu sedang dilembar awal, tengah, atau akhir dan menikmati detik-detik ajal menjemput.

Jika aku menganalogikan hidup adalah mati, mungkin tak ada kisah yang mau ku toreh, biar Tuhan saja yang berkarya.

Setiap hari dianalogikan lembaran baru. Masalah kemarin ada di balik lembar ini, masalah esok belum aku tulis, masalah sekarang.. sedang ku kerjakan.

Jika aku menganalogikan hidup adalah aku, lebih baik ku batalkan saja, 

Hidup.

1 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger