Jodoh di Tangan Setan

   Seharusnya tak ada istilah ‘Jodoh di tangan Tuhan’, karena ini hanya pemanfaatan situasi pasif untuk perlindungan orang malas, malas mengejar dan berharap Tuhan melempar jodohnya dari langit.

   Apa kamu mau dijodohkan dengan orang yang super tidak menarik dari segi apapun di depan kamu, kurasa kata pertama yang keluar bukan, “yaudahlah gapapa, jodohkan pemberian Tuhan, aku rela”. Melainkan, “Ya Tuhan.. jangan jodohkan aku dengan dia, Pleassseeeee… ya Tuhaan tolonggg! Ancur gitu ihhh! Yang bentuknya rapihan dikit napaaaa..”.

   Okey, sekali lagi.. Tuhan pasti bingung atas kepasrahan hambanya yang seperti ini.
“Lo maunya apa si tong?! Katanya… ---Jodoh GUE yang ngatur?! Kok pilih-pilih?!”.
Untunglah Tuhan tak pernah menodong kita dengan kata-kata ini.


   ‘Jodoh di Tangan Tuhan’ adalah asumsi mereka yang punya Tuhan, berTuhan, dan terserah Tuhan (menyerahkan segala hidupnya atas nama Tuhan). Lalu bagaimana mereka yang tak berTuhan? Apa mereka tak kebagian jodoh?. ---Tenanglah teman, jodohmu sudah diatur oleh Tuhanku. Bisik ku kecil, entah dianggap lelucon atau nasihat buruk.

   Jika jodoh ditangan Tuhan, kenapa banyak perawan tua dan perjaka leyot yang masih jomblo sampe sekarang?, apa ini bisa disebut ‘Tuhan sedikit kurang adil?’, no.. no.. no.. Tuhan maha adil. ---tegasku. Jika kau yakin, maka tak usah kau cari jodohmu, biar Tuhan yang menjatuhkannya dari langit. Entah sampai kapan kau kan menemukan seseorang yang terlempar dari langit, (---kita ambil yang tidak pentingnya saja). Lalu bagaimana jadinya? Jodoh itu pemberian atau Usaha?, Jodoh di tangan siapa?.

   Jodoh ditangan setan. Ini terbukti dari berita di Televisi yang ku beli dengan harga 2juta-an. Disana ada berita tentang Kris Daryati yang (katanya) menyelingkuhi suaminya dengan Raol Termos, dan akhirnya berceraiiiiiiiiiiiii lalu menikah dengan sibotak. (Katanya (lagi)) sebentar lagi diberkahi momongan. Bukankah mereka akhirnya berjodoh, ditangan siapa coba kalo bukan setan?

   Baiklah, jangan salahin setan lagi kalo terjadi hal-hal buruk. Mereka kemarin mengugat saya karena selalu dijadikan kambing hitam kekejian manusia. “Loh siapa suruh jadi setan? Kamu sih gak nurut kata Tuhan”. Sekali lagi, dia (setan) menangis setelah ku bentak. Jadi merasa bersalah.. kasihan mereka… ---yaudah jangan dibahas kemeranaan hati mereka, sebentar lagi juga ketawa. (saat melihat saya tidak solat)

   Jodoh itu di tangan-tangan penjodoh, malaikat, Ibu peri, Presiden yang mengantuk, pecel lele, sekuntum mawar, air putih yang barusan kau minum, nafasku yang kau hirup saat hidung kita berdekatan, rasa pedas dari sambel rujak, 3 puntung rokok yang habis kita bunuh tak bernyawa, tawa riang, cengengesan, kecemasan masa depan, gelitik cambuk kecil, rasa sedih, galau tak menepi, usaha sia-sia, bangkit lagi, dan menunggu…

   Jodoh kita itu ada banyak, tinggal pilih mau yang mana. Seperti belanja ke toko baju, sesuaikan dengan harga yang mampu kau bayar, jika *itu* sudah dibooking orang, tawarlah lebih tinggi, jodoh itu bisa dilelang, berani berapa usahamu mengejarnya. Jangan sebut ‘takdir’ dulu, karena itu urusan belakangan.

   Jodoh di Tangan Setan (kitalah Setannya).

   Semangat :)

5 komentar:

sibair

waw :D keren bang.. :D

Daman kadar

terimakasih, Sibair. ganteng deh kamu. :D

anggita

waah baru liat ternyata foto nya itu :)

Daman kadar

ternyataasayaganteng ya? itumah sudah takdir

anggita

iya sumpah anda ganteng bgt ya , ko bisa sih ?
sungguh sangat menabjubkan :D

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger