Dapur Cinta


Siapa sih orang Indonesia yang gak kenal ‘Indomie’? Dari sabang sampai merauke, dari tengah laut sampai puncak gunung, dari balita sampai lansia, dari Pak Presiden sampai Udin sedunia, dari orang kurang cakep sampai berlebihan ketampanan seperti saya, semuanya pasti pernah coba, minimal tahu apa itu ‘Indomie’. Kalau tidak tahu, mungkin dia orang hutan dan tinggal di pohon.

Indomie adalah makanan (mie) instan (cepat saji), yang murah, enak, dan gak ngebosenin. Cocok banget sama kantong pelajar, mahasiswa, pekerja di tanggal tua, dan keluarga yang ingin hemat. Terlebih saya yang setiap bulan nabungin hutang, ini bisa memperlambat hutang menjadi gunung .---Sebenarnya sih bukan untuk mereka yang ingin hemat saja, yang banyak duit juga suka indomie. (#hematBeb)

“Praktis, ekonomis, enyaaaaaaak”. (bukan promosi, its true!)

Terlebih setelah Saya dan ‘Anggi ‘ berpacaran, kami sama-sama pecinta Indomie dan dia adalah koki terbaik sejabodetabek soal memasak Indomie. Gak percaya? Anda harus coba, dijamin jatuh cinta (sama Indomie-nya, yah! Kalau sama Angginya, langkahi dulu mayat saya (dan kawan-kawan saya tentunya) ).

Diantara Indomie kuah rasa ayam bawang, rasa kaldu ayam, rasa kari ayam, soto special, kaldu udang, baso sapi, sop ayam, soto mie, dan ayam spesial, kami berdua paling suka sama rasa kari ayam. “Rasa karinyaaa, Beeuuuhhhhh NAMPAAAAAAARRRR !”. Apalagi ditambah resep cintarahasia dari Anggi. Wow, gak ada tanding! Gak bakal rela juga kalo mertua minta cicipin.“Bikin sendiri!”. Kalau soal Indomie, orang baik bisa jadi jahat.


***

Baiklah, akan saya bocorkan tentang ‘resep cinta’ rahasia dari pacar saya yang satu ini. Anggi selalu menyiapkan bahan tambahan sedikit, tidak banyak dan tidak repot, yang ia siapkan adalah 2 Indomie rasa kari ayam, 2 buah telur ayam yang belum menetas, 2 buah sosis kecil, dan 7 buah cabe rawit superrrrrr pedassss  (ini yang bikin nambah “NYOLOOOKMATA!”).

Saya senang membantunya memasak, karena  saat ia memegang panci dan menyalakan kompor, tingkat kecantikannya meningkat drastis, seperti bidadari aneh yang terjebak di dalam dapur. Saya tergila-gila menjegatnya agar tak keluar dari arena tempur ini, dan dia akan merayu saya dengan mesranya tuk mengiris cabai dan sosis tipis-tipis.

Setelah masak, ia pun meniriskan air masakan seraya menuangkan mie-nya kedalam mangkuk dengan tidak rata, lalu berebut mangkuk yang lebih banyak mie-nya, dan menambahkan air panas secukupnya.

Setelah selesai, kami pun menyantap hidangan yang kami buat dengan hikmat dan tak lupa berdoa bersama. Inilah moment yang slalu saya tunggu setiap harinya. Makan malam berdua yang romantis. Ala kami.

Saya cinta dia, saya cinta Indomie. I love you honey :*

Terimakasih Indomie :)






ceritaindomiemu@indomie.com

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger