Untuk Tuhan yang Meracuniku Cinta


Di dada, aku rasa hati tempatnya memang di situ, setelah sebelumnya aku tak pernah mau percaya, bahwa perasaan ada di salahsatu organ tubuh. 
Aku tahu, hati selalu bisa dipermainkan. Sebelumnya aku sudah pernah jatuh cinta, tak hanya satu kali, tiga bahkan empat kali, saat ini denganmu. Aku tahu, hati tak tercipta untuk permanen, sebelumnya aku tak kenal cinta dan pasti suatu saat bisa melupakan cinta. Jika mereka bilang ‘selamanya’, itu hanya selama hatiku buta. Dan aku tahu, selalu ada pilihan untuk menerima takdir.
Tuhan yang memperkenalkan aku denganmu, Tuhan yang mengatur pertemuan kedua, Tuhan yang menciptakan rasaku, Tuhan-pulalah yang membuat aku cinta padamu. Mungkin terdengar seperti ‘Tuhan terlalu mengatur hidupku’,  namun kamu tahu? Aku menulis ini atau tidak menulisnya, atas kehendak Tuhan. Tuhan selalu memberikan pilihan atas takdirnya, termasuk kamu yang lebih memilih pergi saat diberikan takdir jodoh denganku.
Mungkin sudah terlanjur jatuh, cinta kepadamu memang menyakitkan. Terlebih harus sadar, perjuangan mendapatkan cintamu tak jauh lebih sulit dari harus melupakan. Kamu mungkin sudah, aku mungkin nanti. Proses melupakan tergantung kekuatan hati, yang lebih kuat yang lebih cepat. Kadang beberapa orang perlu mengingat semua keburukan agar hati tak terlalu baik, hati yang terlalu baik untuk sekedar membunuh cinta yang kejam. Kamu yang kejam atau Tuhan yang kejam?  Dua-duanya sulit untuk dinobatkan, tapi Tuhan telah berjanji kepadaku, dalam diriku sendiri. Aku akan jatuh cinta lagi.
Kemarin ada gerhana bulan, mungkin indah, mungkin bisa jadi tidak --kalau ada gerhana disetiap hari. Tapi lupakanlah, bukan itu yang ingin ku bahas. Malam ini, coba lihat malam ini, apa kamu melihat laut yang sama denganku?, tidak?, tidak apa-apa.. biar aku ceritakan padamu; kadang aku pikir, kita ini seperti air laut, pasang dan surut, dan yakinlah.. mencintaimu 100% hanya terjadi saat gerhana, dan pasti kamu setuju, andai gerhana ada di setiap hari, cintapun akan biasa saja.
Sekarang tau, kan? Kenapa aku diam saja. Tidak tahu? Mungkin kalimatmu harus ku kembalikan, ‘gak peka banget!’. Tapi yasudahlah, masing-masing kita memang punya pilihan untuk takdir, merengek kepada Tuhan-pun tak ada jawaban, karena Tuhan bukan manusia, tak bisa merasakan galau saat kehilangan cinta. Dan kita adalah manusia, inilah takdir sebenar-benarnya.
Cinta datang dengan sendirinya, tak bisa dipaksakan. Pun pergi dengan sendirinya, tak usah dipaksakan.


Dari Bulan untuk laut, oleh sang fajar.


10 komentar:

ibnumarogi

Puji Tuhan...
Andaikata (dan pengandaian adl terlarang bagi kita) gua ini terlahirkan sebagai perempuan yg cerdas, niscaya gua jatuh cinta dg pria yg merangkai kata dalam postingan ini.

Suatu keanehan adalah mengabaikan kegantengan & keromantisan yg bgtu menggelegak ini. Meninggalkanmu bgtu saja? Ah, pastilah ia merasakan penyesalan yg dalam...

anggita

buat yai ya mas ? cieeee :P

ucigwulandari

:) no comment ah .
tapi pengen comment deh. bagus man. tulisan lu lama-lama nggak waras juga kayak orangnya. seneng gua .hahaha

Sultan Kata-Kata

tulisan yg menarik :3

anyway, saling follow blog yuk masih awam blog nih :)

ohya by the way disini ada yg suka design atau semacamnya? atau hobi bikin majalah? atau kerja di percetakan?

di blog gue ada info event menarik seputar itu

sila cek :

Link : http://bit.ly/mRhubl

mohon komennya ya :)

Thanks

Daman kadar

Ogi. wah berlebihaan.. andai kamu wanita cantik, pasti saya suka sama kamu. gombalnya dapet.

Gita. yai teh saha? gak kenal.

Ucig. kalo kamu senang aku gak waras, coba loncat ke jurang.. mau gak? nanti aku susul. kalo kamu selamat

Sultan. Boleh-boleh.. sudah saya ikuti dirimu, dan kamu bebas memilih ikut denganku atau tidak.


*cape juga ngomong 'aku kamu'*

*runrunphii

*terharu baca postingannya* *lap ingus* *meper ke daman*

ucigwulandari

-,-" krik

anggita

hem -___-'

Fitra Relonita

keren deh tulisan nya, asikkkk aku komen tambah cakep.D:

Anonim

Suka tulisan yg ini.. :-)

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger