Buat Tuhan yang Semena-mena Melahirkan Saya Jadi Manusia

Kalau boleh milih, saya sih pinginnya jadi Tuhan, bisa melakukan apa saja yang saya inginkan tanpa bersusah payah harus menjalani hidup yang pasti banyak sedihnya, tanpa harus menghadapi konsekuensi menjadi manusia yang kalau nakal masuk neraka, kalau beruntung masuk surga. Tapi kenyataannya tetap begini, saya sedang menulis sebagai manusia, dan Tuhan hanya memperhatikan apa yang ciptaanya lakukan, "Mau ngapain sih kamu?" kata Tuhan.

saya seperti bahan mainan Tuhan yang mungkin bosan sendirian.

Tuhan oh Tuhan, tanpa mengurangi rasa hormat saya yang hanya sebagai ciptaan, saya hanya sekedar curhat, toh saya tidak berbuat jahat, tolong jangan masukkan saya ke Neraka hanya karena tulisan ini. Kalau tidak sopan, mohon dimaafkan, yang saya tahu Tuhan maha pemaaf lagi maha penyayang.



Tuhan,

Apa banyak orang seperti saya yang ngomel karena diciptakan jadi manusia?. Kalau banyak, itu karena saya takut Neraka ya Tuhan, habisnya saya selalu dibayangi Neraka yang kejam saat hidup sebagai manusia, coba Tuhan jadi saya? (maaf Tuhan, sekali lagi mohon dimaafkan. Saya hanya sedang takut berlebihan dengan neraka. Habisnya siapa yang gak takut kalo ditakut-takuti azab Tuhan yang amat pedih?. Mungkin hanya Tuhan yang tidak takut, itulah sebabnya saya pinginnya siiiih jadi Tuhan. (maaf Tuhan, hanya keluhan)).

Saya juga ingin dicintai banyak orang seperti Tuhan, cinta yang hakiki, cinta yang tulus walau terkadang ada pamrihnya juga. Tapi mereka tetap manusia juga ya Tuhan, jika tidak meminta kepada Tuhan, takutnya dibilang musrik.

Maaf ya Tuhan.


Saya sadar bukan Tuhan, buktinya saya mengeluh.

Kalau cita-cita menjadi Tuhan itu tidak mungkin, yasudah.. saya akan bersyukur telah diciptakan jadi manusia. Setidaknya saya lebih beruntung dari Setan, dan saya harus bersyukur. Pasti Setan marah kalau jadi manusia saja saya mengeluh, kasihan setan ya Tuhan, maafkan mereka yang berbuat salah beribu-ribu tahun yang lalu ya Tuhan. Karena saya masih percaya, kalau Tuhan maha adil.

Mohon keadilan juga Tuhan, untuk mereka yang terlalu miskin dan mereka yang terlalu kaya, untuk mereka yang selalu kalah dan mereka yang selalu menang, untuk mereka yang mengeluh dan mereka yang berbahagia.

Tuhan,

saya hanya akan menjadi diri saya, tanpa gangguan roh-roh gaib yang memaksa setiap orang harus mendapatkan apa yang dimaunya. Tidak, tidak semua orang harus mendapatkan keserakahannya. Semua orang harus bahagia atas dirinya masing-masing.

11 komentar:

Anonim

Tuhan... terima kasih telah mengabulkan beberapa keinginanku, nambah lagi boleh ya..??

Daman kadar

boleh, kan unimited.

ayuhary

waaaaw

ilhammenulis

mantap postingan yang ini bang.. kok gak pernah kepikiran ya sama saya.. ckckckck

Daman kadar

karena setiap orang punya kepalanya masing-masing, saya juga gak pernah mikirin apa yg kamu pikirin. ahaha

PINYPINYBALL

Tuhan berkata:

"daman yang ganteng,, jika saya bisa bertukar tempat denganmu, apakah kamu bisa menjalankan jalan hidup saya? memikirkan manusia-manusia dan setan-setan. belum lagi memikirkan laporan-laporan dari malaikat. bagaimana daman? apa kamu sanggup?"

Daman kadar

Tuhan? bukankah apa yg kamu kehendaki pasti terjadi, jadi.. apa susahnya?

PINYPINYBALL

Daman?banyak sekali yang saya pertimbanngkan jika kamu menjadi saya! bagaimana nasib para wanita jika kamu menjadi saya?

Daman kadar

ku fayakun.
jadilah mereka bahagia semuanya.

Mudah, kan?!

doli

terserah lo dah man
hha... keren sih....

Daman kadar

iyalah terserah gue, masa hidup dilarang-larang. Emangnya lu Tuhan?. ahaha..

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger