Lebaran Yang Diundur


Merasa ditipu sama kalender di rumah, padahal udah beli mahal-mahal, 15 Ribu. Tapi apapun itu, keputusan pemerintah tetap keputusan pemerintah, dan sebagai warga negara yang manis, gue pun harus ikut; yaitu menambah puasa 1 hari lagi.

Ketupat di rumah udah jadi sejak tanggal 29 Agustus pagi, namun lebaran digeser jadi tanggal 31, juga pagi. Satu hal yang paling ngeganjel buat besok lebaran; Itu ketupat basi atau enggak ya?, semoga aja iya. Biar orang-orang nyesel ngikutin aturan pemerintah terus. (no offense)

Kalian pernah inget gak, tentang slogan-slogan yang sering muncul di TV. Gue sadar dan akhirnya percaya pada janji-janji pemilu tahun lalu. Andaikan saja Presiden RI sekarang itu Jusuf Kalla, pasti lebarannya hari ini, tanggal 30 Agustus, karena kata dia, "Lebih cepat lebih baik". Sedang SBY selalu berpesan, "Lanjutkaaaaaaaaaaaaan!". ---Ternyata puasa Ramadhan termasuk program kabinetnya.

***

"Pessssssssssssssss...", ah mantap!. Maaf, barusan (saat nulis ini) gue kentut, dan aromanya udah bau opor ayam loh, serius!. Selamat buat yang udah ngerayain lebaran hari ini, tapi gak usah update status 'makan rendang loh, makan opor loh, asiiiik ketupatnya pulen!'. What the hell!, gak semua orang udah lebaran hari ini, jadi gak usah norak deh!. (Maaf, orang laper emang emosian) *puasaaaaaa, harus sabar*

Sebenernya gue males memperdebatkan hari lebaran tahun ini, soalnya hari apapun itu lebaran bagi gue sama aja. Gak punya baju baru juga, ngapain pusing-pusing mau cepet-cepet pamer. Kayak tahun lalu, gue selalu nunggu momen lebaran buat pamerin sesuatu tanpa keliatan sombong kalo Baju gue 'baru', celana gue 'mahal', jam tangan gue 'Casio KW Super', sendal gue '3second', rambut gue dimohawk pake 'Gatsby', duit gue 'banyak', and... anything else.

Sekarang, ...
Boro-boro Baju gue 'baru', celana gue 'mahal', jam tangan gue 'Casio KW Super', sendal gue '3second', rambut gue dimohawk pake 'Gatsby'. Bisa jajan aja udah syukur alhamdulillah!. Sekalipun gue gak begitu suka kemelaratan tahun ini, tapi gue seneng... akhirnya gue paham; Lebaran bukan hanya pamer, bukan hanya maaf-maafan dan silaturahmi ke sanak saudara, bukan hanya jalan-jalan, bukan hanya jajan-jajan, bukan hanya makan enak, bukan hanya senang-senang dan hura-hura. Lebaran kali ini penuh makna; tentang HEMAT yang harus dibiasakan dari sekarang, tentang mendahulukan kepentingan dan keinginan.

"HEMAT-lah teman-teman!, sesungguhnya Tuhan tidak suka kepada mereka yang berhura-hura, kecuali mentraktir anak-anak yatim dengan ikhlas. Dalam kurung; ---Gue!".

(no offense)

Dan apapun itu, finally... lebaran adalah berbagi, membuang-buang kata 'maaf' untuk orang yang memintanya. <--bahasanya kacau, tapi sekali lagi, 'no offense'. Bukankah tak perlu ada perdebatan untuk semuanya?, juga jatuhnya hari lebaran yang beraneka ragam, tak perlu diperdebatkan. Justru itu yang membuat kita semakin kuat dan indah:

"Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua"

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger