Tukang Sate, Subhanallah Yahh

    Sabtu ini, diem di kamar dari pagi sampe sore, dengan intensitas tidur 80% dan nonton film 10%, sisanya nghayal. Mendekati lebaran yang tinggal dua hari lagi, nyokap sama nenek bikin kue seharian, mereka lupa masak, atau lebih tepatnya lagi; ingat, tapi males masak.

    Pukul 05.00 sore. Gue siap-siap dandan yang ganteng, ada niat tersendiri dari misi nyari lauk untuk berbuka puasa nanti, yaitu ; 'ngeceng!'.

    Seperti hari sabtu-sabtu biasanya, banyak wanita yang berlalu lalang, sekedar JJS (Jalan Jalan Sore) atau juga dengan misi sama kaya gue (cari lauk). ---Jl. Walang Jaya sore ini diciptakan dari kebanyakan wanita yang berlalu-lalang, dalam kurung, 'Ibu-ibu, mbak-mbak gemuk seperti ibu-ibu, juga remaja-remaja cantik yang didampingi oleh ibu-ibu'. Sekali lagi, ibu-ibu adalah wanita yang berusia uzur dan juga kurang begitu menggairahkan karena pasti punya suami dan mudah-mudahan punya anak. Just info buat yang gak tau apa itu 'Ibu-ibu'.

    Setelah sekian lamaaaaa gue berjalan, akhirnya sampai juga disebuah tempat Tukang Sate yang jaraknya 30 meter dari rumah. Sangat jauh untuk anak rumahan macem gue. Mamaaaaa... dimana mamaaaa? Aman kangen pengen ketemuuuu, semoga mama kangen Aman juga di rumaah. Oke, jarak 30 meter adalah jarak dimana gue harus hati-hati terhadap kejahatan; pencurian anak dibawah umur yang lagi marak di TV.

    Balik lagi ke masalah Tukang Sate. Di gerobak ini, ada 2 orang yang berperan sebagai Tukang Satenya dan ada 4 orang sebagai pembeli (termasuk gue), lalu datang lagi 2 orang pembeli. Jadi jumlahnya ada 8 orang pembeli dan 2 orang penjual.

......................................

Soal;

1. Jika Budi membeli sate kambing 10 tusuk dan Amir membeli sate ayam 15 tusuk, Maka berapakah jumlah Ayam dan kambing yang harus ditusuk?
 
2. Daman berangkat pukul 05.15, Budi dan Amir berangkat pukul 05. 20. Pukul berapakah sate kambing tiba di Bandung?
 
3. dalam 25 menit Tukang Sate bisa membakar 40 tusuk sate, berapa menitkah waktu yang diperlukan bagi tukang sate untuk membakar dirinya sendiri?
 
Kerjakanlah soal-soal diatas dengan benar, segeralah periksa kembali jawaban anda lalu samakan dengan punya teman, jika tidak sama maka soalnya salah.

........................................

    40 menit kemudian (setelah bengong-bengong sendirian). Hanya bersisakan 3 orang terakhir sebelum adzan 3 menitan lagi, tempat bakaran sate pun sudah penuh sesak seperti sate empet-empetan. Lalu datang lagi 2 orang yang memesan sate kambing, "Mas sate kambingnya yah 20 tusuk, dibungkus".

    "Iya", Tukang sate bersabda; Barang siapa yang beli sate kambing 20 tusuk, maka dia akan dipercepat kambingnya.
 
    Mas-mas yang lainnya, yang sebangku sama gue pun bertanya ke Tukang sate, "Pak, punya saya lagi dibakar, kan?"
 
    "Iya", Tukang sate bersabda; Barang siapa yang bertanya pastilah akan dijawab iya oleh saya.
 
    Melihat tumpukan sate yang penuh sesak, gue pun bales sms nyokap yang udah nanyain 'Km dmn? udh mau magrib, cptan bli laukny!' dengan 'Iya ma, bentar lagi'.
 
    Dengan wajah super manis, saat Tukang-Sate-yang-satunya membuat bumbu sate, gue pun bertanya dengan berdiri seraya bersiap-siap mau ngambil pesenan, "Mas, sate kambing 10 tusuknya udah ya?"
 
    "Apa Mas?"
 
    "Kambing 10 tusuk yang saya pesen"
 
    Dengan wajah bingung, kedua tukang sate itu pun ngobrol, "Yang Mas ini udah dibakarin belom?/ Yang mana ya?/ Yang 10 tusuk/ Waduh.. Ayam?/ Bukan, Kambing!"

..................................

    Dengan wajah yang super gak enak diliat, tukang sate ini pun berkata, "Wah.. hehehe belom tuh, Mas! ---Wah.. hehehe belom tuh, Mas! ---Wah.. hehehe belom tuh, Mas! ---Wah.. hehehe belom tuh, Mas!". Kata-katanya menggema se-antero batin gue.

    #jleb! ---Saaaaaaaakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt!!!!

.................................

    Terimakasih abang tukang sate, 40 menit saya nunggu.. eh gak dibakar-bakar sate saya. Terimakasih
Saya pulang saja. Gak dendam kok, bau asep kambing ini aja udah lebih dari cukup untuk dibawa pulang, nasi di rumah saya pasti nunggu-nunggu.

Terimakasih loh sebelumnya, asepnya gratis.

3 komentar:

Anonim

haghaghag,,,,,melas amat nasib lw man...

Bacotters Gaje

hahahahahaha ngakak sumpah baca postingan ini, aduh ngenes deh si kaka, sabar yah kak. Alhamdulillah yah dapet asepnya XD

Daman kadar

alhamdulillah, sudah sabar. :)

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger