Ibu Jangan GR Dulu (Puisi Supranatural)

Ibu,
Selamat yah, hari ini adalah 'Hari Ibu'. Sampaikan juga selamat kepada Nenekku (yaitu Ibumu), karena aku tak bisa memberinya selamat dikarenakan tidak adanya 'Hari Nenek-nenek'.

Ibu,
Kau adalah wanita tercantik. Menurutku. Kau adalah wanita termanis. Menurutku. Dan kau adalah wanita terimut. Menurutku juga.
Tapi jangan G.R. dulu, ibu, aku bilang begitu karena kau adalah ibuku. Pastilah orang lain akan membanggakan ibunya sendiri, ibu.

Ibu,
Terimakasih telah melahirkan anak setampan aku, ibu. 'Rahasianya apa sih?' <-- Teman-temanku selalu bertanya seperti ini. Tapi tenang saja, ibu, aku tak akan membocorkan rahasiamu.

Ibu,
Kenapa nama kamu 'Tarwi'?, kenapa enggak 'Marcia Van Basten' saja agar keturunan Belanda kita lebih ketara. Kenapa?
Ibu, kenapa nama aku juga jadi 'Nurrachman'?, padahalkan aku bukan orang arab. Tapi tak apa, ibu, nama apapun yang kau beri... aku sudah sangat bahagia pernah lahir di rahimmu. Tapi jangan G.R. dulu, ibu, aku bilang begitu karena kau adalah ibuku. Pastilah orang lain akan membanggakan ibunya sendiri, ibu.

Ibu,
Untung saja kita dipertemukan sebagai 'ibu dan anak'. Karena, kalau aku adalah bapakmu, pastilah aku bukan anakmu, ibu.

Ibu,
Segini saja nulisnya ya!, percayalah... kalau puisi terlalu panjang, yang baca akan jadi males, Ibu. Apalagi yang ditulis adalah bukan ibu mereka.



..........

'Hah?! Ini puisi, Man?'

..........

Pastilah banyak yang bingung dan nggak percaya kalau ini adalah puisi, ibu. Aku sendiri bingung; apa bedanya 'puisi' dengan 'lirik lagu'?.

Ibu,
Percayalah, niat aku menulis ini adalah puisi. Tapi puisi atau bukan jadinya, itu tak jadi soal. Karena aku hanya ingin menyampaikan rasa terimakasih, cinta dan sayangku kepadamu, Ibu. ---

--- Tapi jangan G.R. dulu ,ibu, aku bilang begitu karena kau adalah ibuku. Dan pastilah orang lain akan membanggakan ibunya sendiri.





Love you as always









Anakmu, Mah! Anakmu! ;D

3 komentar:

Anonim

ahai :)

Anonim

part yang paling bikin mual nih:
"Terimakasih telah melahirkan anak setampan aku, ibu. 'Rahasianya apa sih?' <-- Teman-temanku selalu bertanya seperti ini. Tapi tenang saja, ibu, aku tak akan membocorkan rahasiamu" .huahahahaa kenyataan emang lebih pahit ya man.

sebelom bacanya gue berfikir nanti pas gue baca pasti bakalan harubiru dan very touching. tapi apaaaaaan! pas gua baca yang ada gua cekikikan.
beneran anak supranatural lo! bikin puisi buat emak aje nggak ada romantis-romantisnya.

Anonim

:)..... :D.... XD

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger