Amnesia '92 (Defense Mechanism)



Sudah 18 tahun silam, sejak yang kuingat hanya tangisku sendiri, juga orang-orang yang berkumpul di halaman rumah, rumah kita dulu, tanah Subang yang tak kukenal lagi.

Sudah sebesar ini, sudah semakin rindu --ku padamu 'yang tak kuingat wajahnya sama sekali'. Sudah sedalam ini aku menyesal, sudah selama ini aku iri kepada mereka semua, iri karena kepunyaan mereka yang tak lagi ku punya.

Kita begitu dekat, seharusnya. Kita begitu mirip, seharusnya. Dan kita begitu akur setiap malam meminum kopi buatan Mama, seraya berbincang saat kau menemaniku mengerjakan tugas. ..............Seharusnya.

Ayah, apakah kau masih mengingat aku, disana? Masihkah kau menengok putramu-satu-satunya-yang-meneruskan-golongan-darahmu-ini setiap malam?

Ayah... aku rindu, rindu masa-masa sebelum tahun 1992. Aku rindu dipelukmu setiap hari, aku rindu suaramu, aku rindu raut mukamu yang dibuat lucu agar aku tertawa melihatmu, aku rindu saat kau lontarkan aku kelangit dan kau siap menangkapnya lagi.
---Ayah, Sekarang aku sadar, aku menangis bukan karena takut ketinggian, aku takut terlontar ke langit dan tak ditarik gravitasi lagi kebumi, aku takut jauh darimu, aku takut jarak kita yang membentang, aku takut kehilanganmu, Ayah!


Ayah, apa kau menungguku? 

Apa kau menunggu kita bersama lagi, Ayah?



.......... Akupun tak sabar.



 









Ayah, ....aku ingin mengingat wajahmu lagi, dengan melihatmu. Aku ingin mendengarnya lagi, dengan memanggilmu;





'Ayah!'

5 komentar:

ola

huaaaaah sediiih, jadi inget sm papa ola.. :'(
jd kangen jg manggil dia papa.. :(

pesute

dia tiap hari juga nunggu lo kali man. nunggu doa doa lo maksudnya.
robbigfirli waliwalidaya warhamhumma kama robbayani shoghiro. amin

Daman kadar

Aaamin.
wah tanpa sengaja, kita bertiga sama :).
Semoga Papa-papa kita akur disana ya :)

iffa dienyah

mamang :(
jadi inget gue :'(
sediiiih :(

Anonim

:)

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger