Diantara 12 - 13 Juni 2012


   Malam ini, malam skenario Tuhan yang menjadikan saya di sini, di Rumah Sakit, untuk sengaja menulis, untuk ngobrol dengan Microsoft Word, untuk mengetahui bahwa tak ada lagi teman ngobrol. ---Ibu sakit. Tapi bukan karena sakit ia tak bisa diajak ngobrol. Tapi karena ia tertidur.

   Malam ini, malam dimana peristiwa tadi pagi seharusnya sudah menjadi kenangan. Malam yang seharusnya ku sebut pagi untuk menjelaskan bahwa yang kuceritakan adalah Pagi. Pagi dimana ada seorang wanita (hampir) cantik, pergi ke Rumah Sakit, lalu mendaftarkan diri untuk dirawat. Pagi dimana wanita itu berjalan seorang diri. Atau lebih tepatnya, menyerahkan diri kepada yang berwajib (Polisi kesehatan). Dimana yang sakit harus ditangkap. Dan wanita itu mengaku salah untuk dipenjara rawat inap. ---Dialah ibuku, yang tak bisa kuantarkan ke Rumah Sakit untuk berobat.

   Kembali ke Malam ini, malam dimana ada seorang nenek yang keluar dari ruangan pasien, lalu menebus obat. Malam dimana si nenek mondar-mandir setelahnya, setelah menebus obat. Malam dimana ada seorang suster gendut yang bertanya ramah; “Mau kemana Nek?”, malam dimana si nenek pun menjawab dengan pertanyaan; “Tadi saya keluar dari ruangan mana ya?”. Malam dimana si suster pun menjawab dengan pertanyaan lagi; “Nenek dari ruangan berapa?”. Malam dimana si nenek akhirnya menjawab dengan jawaban; “Dari kamar 4”. ---Malam dimana sang susterpun akhirnya harus menunjukan pintu kamar 4, lalu membuktikan pada seisi pasien kamar 4; ‘dialah nenekku yang sampai sekarang belum bisa baca tulis.’

   Malam ini, malam dimana akan ada ketikan tanganku yang terlambat kau baca, malam dimana siapa tau kau membacanya saat pagi, lalu kau tau ini bukan malam hari.

Everyday I love you,
everyday I miss you,
everyday I heart you.

Reff: Get well soon, Mom.

   Ku doakan agar kau cepat sembuh, dan tolong doakan aku supaya cepat sukses. Doamu akan sangat manjur saat sedang sakit, menurutku. Dan jangan ketahuilah; ‘doaku ini doa paling tulus dibanding doa-doaku yang lainnya’;

“Cepat sembuh, you are my everything”





Cc: untuk Ayahku di Surga; “You are my everything juga, maaf kadang terlupakan. Kita tetap tiga orang penuh cinta. Love you and love your wife too, ..................... cause she is my Mom”.







Tuh kan hampir lupa;

Untuk Ayah-tiri-ku yang juga lagi di Surga (Aaamin). "You are my everything  juga dong, tentunya. Kami nggak jadi main ber-tiga, kok. Kita tetep ber-empat. 'Aku, Ibu, Ayah, dan Ayah'. Menyenangkan sekali mempunyai banyak orang tua :) .

3 komentar:

runrunphii

cepet sembuh ya man buat mamanya..
:)

ola

sakit apa man nyokap lo?

NZ

cepet sembuh ibu tarwi :)

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger