Tips Ngawetin Pacar

Ironi memang, gue nulis ini. Nyatanya hubungan pacaran gue nggak berjalan lancar-lancar amat. Tapi apapun itu, gue akan nulis tips yang sesungguhnya berasal dari kesalahan-kesalahan gue, kesalahan CEWEK-CEWEK-CEWEK gue (biar kesannya banyak), juga kesalahan orang-orang disekitar yang akhirnya merusak hubungan pacaran.

Pada kenyataannya, ada pro dan kontra tentang pacaran. Mereka yang pro adalah mereka yang setuju-setuju aja masalah pacaran, sedangkan mereka yang kontra adalah mereka yang menganggap pacaran adalah tidak berguna, atau cendrung ke dalam perbuatan dosa. Buat gue sendiri, gue netral, pacaran adalah pacaran, dosa adalah dosa, toh kalau niatnya baik, dan dilakukan dengan baik, pacaran juga bisa jadi kegiatan positif. Tentu dalam naungan cinta. #tssssssaaaaah!

Siapa sih yang berhak pacaran?
Men, gue nggak mau matokin umur orang yang berhak untuk pacaran, toh pada akhirnya gue sadar; 'Gue aja lahir dari rahim anak usia 16 tahun! That's my mama! My mama is Children! My Mama is ABG LAbil! My mama is masih suka main layangan! My mama is..... Lalu gue lahir dengan unyunya......"

[...tadinya pengen gue pasang poto bayi gue, eh ketinggalan di HP yang lama...] #next

Well, anak-anak di kampung gue emang nggak doyan pacaran lama-lama, sukanya yang cepet-cepet, instant. Kagak pakek pacaran, langsung lamar, KAWIN!. Jadi, dalam kasus nyokap gue, doi itu ABG Labil yang lagi deket sama si A, namun ketika si B ngelamar, doi langsung 'ngangguk' (iya), terus nikah, terus KAWIN!.  Lalu betapa hansyur hati si A yang sesungguhnya dia adalah kakak dari bokap gue sendiri. Jadi intinya, ada proses tikung-menikung dalam sejarah riwayat hidup gue. 'That's my mama! Kembang Kampung!'.

Kembali ke permasalahan awal, 'nggak ada batasan umur untuk legalisasi pacaran', seperti hal-nya gue yang suka nembak-nembakin cewek ketika di Sekolah Dasar, dan tanpa hasil. Bukan karena ditolak atau apa, cewek-cewek bocah itu selalu berkata, 'kita kan masih kecil, kata mama ga boleh pacaran!'.

WHAT?!! Kenapa sih anak SD nggak mau ngikutin kata hati mereka?! kenapa sih mereka selalu berpatokan pada perintah orang tua?! NGGAK DEWASA!!!! NGGAK PUNYA PENDIRIAN!!! NGGAK BIJAKSANAAAAAAAAAA!!

Untuk masalah hati, gue nggak setuju pendapat orang lain.


Tips awet pacaran


Dalam bercinta, kita punya rule-nya masing-masing, tentu untuk mengetahui aturan main berpacaran, kita harus mengenal dulu 'siapa yang menjadi lawan main kita'. Beda orang beda caranya, itulah kenapa ada acara putus-putus untuk menemukan yang paling cocok buat diri kita sendiri.

1. Perhatian

Gue rasa, ini tips biasa banget, semua orang juga tau. Tapiiiii, ada rasa yang kehiden dalam unsur perhatian ini sendiri. Pernah nggak ketika lu perhatian namun yang diperhatiin biasa aja dan cuek bebek. Intinya gini, ketika lu perhatian, jangan pernah berharap untuk diperhatiin balik, ini baru namanya 'perhatian tulus'. Daaaan, ketika seseorang yang lu perhatiin itu cuek atau bebek, yang dia butuhkan bukanlah perhatian, tetapi 'Zona nyaman'. Terkadang perhatian malah  justru mengganggu. Banget!

2. Jujur

Setiap pribadi berdiri diatas kebohongannya masing-masing. Lalu kenapa harus ada kata jujur? Well, ada hal yang seharusnya dibicarakan dan ada hal yang sesungguhnya lebih baik untuk disimpan sendiri. Pasti banyak yang nggak setuju sama statement ini, tapi sekali lagi gue argumentasikan 'Beda orang beda lagi cara berfikirnya. Dan ada beberapa orang yang sesungguhnya lebih baik dibohongi ketimbang dijujuri'. Untuk saling mengerti, bukan dari jujur, tapi dari apa yang harusnya dimengerti.


3. Tulus

Bedanya tulus sama ikhlas itu sama, bedanya cuma masalah waktu. Misalkan 'aku mencintai kamu tulus apa adanya', berarti lu udah menerima apapun yg belum lu milikin. Tapi jika 'aku mencintai kamu ikhlas apa adanya', berarti lu menerima apa yang udah lu milikin, walaupun segitu-gitu aja. Tulus itu sebelum, ikhlas itu sesudah. Terus kenapa kita harus tulus dan ikhlas dalam berpacaran?. Okey, setidaknya ketika lu udah merasa nggak tulus dan nggak ikhlas pacaran sama pasangan lu, mundur aja. Pacaran bukan untuk meminta lebih, tapi menerima yang kurang.


4. Keluarga

Pernah ada istilah 'Like Mother like Son', kalo gue sih mengartikannya begini, 'Ibunya suka, anaknya pasti juga suka'. Dan kebukti, beberapa cewek yang Ibunya suka sama gue, lebih mudah luluh ketimbang yang Ibunya biasa aja tanggepannya. Terus, haruskah kita ngedeketin orang tua si pasangan? Pada dasarnya, kalo mau serius, ya 'iya' harus. Kan restu orang tua adalah restunya Tuhan. #tsssssaaaah

5. Pengertian

Sampe sekarang gue masih bingung, kenapa setiap orang yang ngorek kuping tuh conge-nya dicium-cium dulu? atau juga Kenapa sih setiap orang yang ngupil, upilnya dibuletin dulu? Tapi itulah jawabannya, pengertian tuh gak butuh penjelasan kenapa harus ngertiin, tapi yaudah saja begitu, nggak usah banyak nanya. Sadar nggak sih, phase terberat hubungan cinta adalah pengertian, kenapa demikian? Mungkin karena pengertian itu sifatnya luas, ketika kita ngertiin pasangan sesekali, maka kita harus siap mengerti dia untuk ribuan saat lagi. Disinilah banyak yang nggak sanggup dan akhirnya nyerah sama hubungan. Tapi sebenernya mungkin sama, ketika kita nyari pasangan lagi (yang lebih baik mungkin), tetap saja, kita harus berhadapan dengan masalah yang sama. Pengertian.


6. Posesif vs Protektif

Mungkin pada jadi bingung maksudnya apa, tapi nggak apa-apa, biar gue kesannya pinter, jadi gue definisiin menurut pendapat gue.

Posesif itu ; Ketika lu nemu pohon bagus, lalu lu petik dan menyimpannya dalam vas bunga kemudian disimpan dalam kamar. Ampe kiamat.
Protektif itu ; Ketika lu nemu pohon bagus lalu lu jaga dan awasin dari jauh, jangan sampai ada yang memetiknya, dan membiarkan ia bermekaran dengan bunga-bunga disekelilingnya.
Jadi menurut gue, posesif itu rasa ingin memiliki penuh, sedangkan protektif itu rasa ingin melindungi. Terus kenapa banyak pasangan yang diposesifin sama pasangannya? Mungkin itu adalah cerminan cintanya dia untuk memiliki utuh, tidak buat orang lain. Salah nggak sih kayak gitu? Ya nggak salah, lah! Yang salah kan cuma setan! Manusia mah cuma kena hasut saja. Terus intinya apa? Ya nggak ada intinya, pokoknya mah tinggal pilih, mau jadi posesif atau protectif, mau jadi pelindung atau pemilik, mau disayangin atau ditakutin.


7. Maaf

Pengobat hubungan yang retak adalah 'maaf'. Entah kenapa ini kata manjur banget, apalagi diduetin sama nangis. "Maaaaaafff hiks hiks hiks, maafin akuuuuuu huks huks huks, maaf sih yaaaaang..... aku menyesaaaaal... hiks hiks hikssss!".

Walaupun gue kurang suka sama kata 'maaf' dan adegan 'nangis', tapi gue akuin itu manjur banget buat nyembuhin hubungan yang rusak. Entah kenapa? Hanya Allah yang tahu jawabannya, yang lain nyontek.

Dilain sisi kata 'maaf' yang lebih gue anggep sebagai hapusan, tapi analoginya memang begitu;
"ketika jalinan cinta tertulis, maka kesalahan adalah tulisan yang salah, maaf adalah penghapus, walaupun tetap saja berbekas. Lembaran baru hanya untuk kisah cinta yang baru, satu cinta cuma berhak satu lembar, semakin banyak kesalahan semakin banyak menghapus, dan terkadang memang penghapus bisa saja habis, lalu menggunakan coretan untuk mengoreksi. Semakin usang, semakin kotor, semakin berantakan satu kertas, semakin perlu juga membuka lembar yang baru. Cinta yang lain."


Sebenernya gue juga bingung, ini nulis tips awet pacaran atau tips move on sih? Kok isinya nggak ada pertahanan. Tapi itulah hasilnya, kadang nggak semua yang kita rencanain berjalan sesuai rencana, biar aja begitu. Dan biarlah orang lain berpendapat apa, karena pada hakekatnya... "tidak ada yang berhak sok pintar dalam urusan cinta."

Demikian saja postingan gue, udah bingung mau nambahin apa. Enak yah cuma baca! Gue mikirnya setengah mati!

Dadaaaaaah! :*

5 komentar:

Abdul Ghofur

amienn. haha, postingannya lucu

anggita

meni curhat ini mah :P

ola

tips dari org yg sudah sering move on kliatannyah... hahaha :D

Anonim

Keren bang, bener bener inspiring,..

"Enak yah cuma baca! Gue mikirnya setengah mati!"
hahahaha jngn mengeluh bang daman, keep writing :)

Anonim

Judulnya Tips Ngawetin Pacar... Kalo mau ngawetin pacar,, pake formalin aja.. Hahahaa... :D

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger