Kabar 14

Selamat pagi, kamu

Masih ingat nggak ratusan pesan yang ku kirimkan untukmu?
Iya, ada ratusan, dan aku tak bosan-bosannya membaca, walau hanya punyaku, karena aku tahu, kamu tak punya waktu untuk membalas.

Kamu apa kabar?
Aku baik-baik saja. Sama baiknya saat terakhir kita bertemu, tahun lalu.

Oiya, aku punya kabar bagus, bulan depan aku menikah, dengan seseorang yang aku yakin baik untukku. Kamu jangan cemburu ya, walaupun aku harap begitu. Aku tak pernah menyalahkan jarak yang kita punya, walaupun ada sedikit rasa bersalah kepada waktu.

Februari tanggal 14, itu tanggal pernikahanku, tanggal yang sama ketika aku menyatakan cintaku kepadamu.
Iya, dia tahu kamu, tahu dari aku, dan dia juga sudah ku beri tahu bahwa tanggal 14 adalah tanggal bersejarah buatku.

Aku menulis ini dengan dia disampingku, dipeluknya, dibisikinya kata-kata cinta. Kamu jangan marah yah, dia baik.Aku akan selalu cinta sama kamu, dia memperbolehkannya. Aku yakin dia memang jodoh yang Tuhan berikan kepadaku lewat skenarioNya.

Kamu baik-baik di sana ya. Aku akan terus kasih kabar ke kamu, tentang bahagianya hidup aku nanti, tentang anak-anak yang aku punya nanti, dan aku akan mengenalkannya kepadamu kelak.

Cinta membutuhkan orang-orang kuat untuk menjaganya. Kita bertiga, mengerti itu.

Oiya, dia mau mengetikan pesannya untukmu. Aku serahkan keyboard ini dulu kepadanya ya.




.


Hai, Dian, ini aku, Anggi. 
Maaf telah lancang mencintai kekasihmu. 
Sudah lama aku tahu tentang kalian, tahu dari dia. Aku juga tahu semua hobi kalian, dan maaf telah lancang menggantikanmu membelai rambutnya sampai ia tertidur sebelum film habis. Ia yang mengajariku begitu, agar ingat kamu, katanya.

Saat ini ia sedang memelukku, terisak-isak menahan air matanya. 
Aku tahu, ini sungguh berat buat kalian, juga buat aku. 
Semoga aku bisa menjadi penggantimu yang baik, yang bisa menjaganya dan membahagiakannya kelak. 

Semoga kamu tenang di sana. Saat waktunya tiba, kita bertiga akan bersama, lalu aku dan kamu akan menghapus airmatanya sekali lagi. Di sebuah tempat yang kekal, dimana tidak ada kata paling menyakitkan sepeti di kehidupan ini... 

'Perpisahan'.


Aku selalu ingat kata-katanya; 
'Cinta membutuhkan orang-orang kuat untuk menjaganya', dan aku akan berjanji, bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk janjiku sendiri.


Terimakasih untuk semuanya, 
untuk memperbolehkan aku melihat cinta itu apa, 
sekaligus memperkenankan aku untuk ikut merasakannya.


Aku bahagia




Memiliki kalian berdua.






Salam sayang


Daman & Anggi


9 komentar:

Tehpocii

menyentuh banget >o<
pemilihan diksinya juga bagus, santai tapi... ah:')
aku terharu!

NZ

mang kenapa angka 14 sih? *kepo*
angka misteri gue itu xoxo XD

marogi

Ini semacam keinginan akan "Trisam yang Suci" sepertinya... Hmmm...

Daman kadar

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk mampir. :)

Tanggal 14 ya? ah, itu mah rahasia Negara, ga boleh bocor. :p

pikiran lu ga jauh dari kata mesum, Gi! Cabul!

ola

kok rasanya pilu ya bacanya? Mungkin karena pernah ngerasain rasa cinta yang dalam kli ya? :P
hehehe

Daman kadar

Iya, mungkin, tapi kayaknya. Tapi bukankah semua cinta itu dalam? Emang pernah kita ngerasa jatuh cinta yang cetek? Dimarahi pacarmu nanti kalo bilang begitu.

ola

hahahahahaha ga bakal dimarahi kok :)

dsindra

eh, beneran mau nikah bulan depan ?

Anonim

Langit yang menaungi sama, bumi dipijak sama, udara yang berhembus sama, lalu ku angkat kelima jariku ku arahkan ke langit, sambil memuta-mutar, mengira-ngira besarnya matahari. Lalu ku dekatkan ke arah dua mataku, tiba-tiba saja gelap ku lihat, dan air dimata menerobos paksa keluar, aku rasa cuaca harusnya cerah. Ku hela nafas~~ tentunya setelah membaca tulisan ini. :) terima kasih. :D

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger