Plagiat

"Man, tulisan blogmu ada yang copy-paste"

"Biarin ah, bukan urusanku"

"Loh, itu kan karya kamu"

"Bukan karya kamu yah?"

"Bukan lah! Itu karya kamu"

"Itu cuma tulisan, semua orang bisa, nulis"

"Jadi ga peduli nih?"

"Peduli, bahkan dengan begitu, adalah cara orang lain peduli denganku"

"Maksudnya?"

"Mereka temanku, yang sudah mau mengetahui aku, dan memperlakukan aku layaknya manusia"

"Ga ngerti!"

"Emang ga perlu dimengerti, ga terlalu penting"

"Jadi setuju sama plagiat?"

"Setuju saja, mereka adalah teman"

"Kalau plagiat teman kamu, musuh kamu siapa?"

"Di Alquran sih ditulis; Setan"

"Ah, itu mah tau, atuh!"

"Nah itu tau, kirain lupa sama Alquran"

"Inget dong!"

"Di Al-quran ada larangan plagiat, ga?"

"Ah, ga tau, belom pernah denger"

"Sama"

"Nanti deh disearching di google"

"Kira-kira tau ga yang penulis Alquran itu siapa?"

"Siapa ya? Kayaknya sih Nabi Muhammad, Sahabat-sahabatnya, tapi pengarangnya adalah Allah"

"Yakin?"

"InsyaAllah"

"Jadi Alquran karya Allah ya?"

"Pasti!"

"Allah suka kan, karyanya dibaca, disebarluaskan?"

"Kayaknya sih, iya"

"Lebih sedih mana kalau berkarya, tidak ada yang memperhatikan?"

"Iya sih"

"Iya juga sih"

"Kok ikut-ikutan sih?"

"Biar dibilang plagiat!"

"Ahahaha"

"Sudah dulu ya, mau nonton Dahsyat!"

"Iya"


............


Itu percakapanku dulu, dengan Nizam, teman blogku, via sms, sudah hilang bekasnya, karena ganti handphone. Tapi kira-kira begitu isinya.

Aku tiba-tiba ingat, tiba-tiba ingin diposting, tiba-tiba aja, tanpa pakai rencana.

Dari percakapan diatas, aku mau merangkum, ya, merangkum, pelajaran paling ku benci dulu waktu SD, karena cape, harus panjang. Tapi ternyata akan kulakukan sekarang, dengan senang hati, walau panjang. Terimakasih guruku, guru yang mengajariku menulis, mungkin kalau tidak ada engkau, aku akan diajarkan guru yang lain.

Terimakasih, Bu Eneng, berikut rangkumanku, kalau salah, biarkan saja, aku tetap muridmu, dan kau tetap guruku yang pasti benar, karena peraturannya begitu;

Rangkuman :

Aku mau menulis, untuk dibaca, silahkan dibaca. Jika ada yang mau mengcopy, silahkan dicopy, jika mau menghakpatenkan silahkan dihakpatenkan. Aku sudah senang jika punya teman. karena aku tak punya apa-apa.

Karya? Aku tak pernah berkarya, tak pernah menciptakan apa-apa, tak pernah sejenius itu. Aku adalah kumpulan kreatifitas-kreatifitas semesta, yang kusebut begitu, karena apapun itu, aku tak pernah membuat apa-apa. Aku adalah buatan Tuhanku, yang maha karya.

Plagiat? Aku adalah plagiat nomor satu, nomor satu menurutku, yang menjadikanku punya mata, punya hidung, punya kuping, bisa membaca, bisa mencium, bisa mendengar, bisa nyanyi, bisa main gitar, bisa menulis, bisa pipis, bisa ngupil, bisa apapun itu, yang menurutku sudah mengikuti pendahulu-pendahuluku. Aku tak pernah menciptakan apa-apa.

Pemikiran? Aku juga berpikir, sama seperti yang lain, mungkin ada saatnya pikiran kita sama, hanya siapa yang 'dahuluan', dan siapa yang 'belakangan'. Mereka membedakannya dengan istilah 'menciptakan' dan 'mengikuti'.

Dadah...

3 komentar:

anggita

Al qur'an disebar luaskan tetep atas nama Allah sebagai pencipta,
tapi kalo plagiat?
dia menyebarluaskan dengan nama dia sendiri :)

Daman kadar

Wah, saya ga tau :D
Iya juga sih :)
Tapi biarin ah, bukan urusan saya :p

Anonim

:D

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger