24 Maret 2013

24 tahun lalu, tapi itu sudah lalu, jadi lebih mudah membahas hari ini, sekarang.

Malam ini, malam yang gelap karena tidak terkena sinar matahari, malam yang bagi semua orang adalah malam hari, tapi bagiku juga begitu, yang akhirnya membuat diriku sependapat dengan orang lain.

Bersama es teh manis dan henpon, yang membuat ku ada di Warung kopi, membuatku harus minjem dulu uang untuk jajan, minjem ke nenekku yang lagi tidur, minjem 10ribu, dan akhirnya dikasih dengan ngantuk dan cemberut, tapi dia tidak tahu kalau aku ulang tahun hari ini. Walau begitu, dia tak pernah punya alasan dulu untuk memberiku hadiah.

Ya, aku ulang tahun ternyata. Sempet kaget karena pacar nelepon, kirain mau minjem duit, padahalkan dia yang banyak duit.


Ternyata karena ulang tahunku. Kasihan dia, sampe nungguin malem, padahal akunya tidak.

Dia tadi telpon, katanya;
"Halo.. Brrrrrr....brrrrr.... brrrrrrrr..."

"Kipas anginnya matiin dulu atuh, yang"
Kataku.

"Selamat ulang tahun ..brrrrr... ya kamu ..brrr. Doanya ..brrrrr... udah di BB ..brrr"

Dia tidak dengar kayaknya.

"Iya, terimakasih ya, udah mau begadang nungguin aku ulang tahun"


"Iya, Aaamin"

Kayaknya dia ngantuk, jadinya agak kurang sinkron.

Singkat kata, akhirnya telepon ditutup, sayang pulsa soalnya, itu telepon dari henpon kakaknya. Nanti bisa marah kalau pulsanya abis.

Jadilah sekarang aku berumur 24 tahun. Semua ini gara-gara 24 tahun lalu aku lahir, juga gara-gara ada yang ngingetin, kalau tidak ada yang inget, mungkin aku pura-pura ga tau.

Tapi kalau bukan karena aku manusia, mungkin aku tidak bisa menjadi haru hari ini. Ya, aku jadi mikir andaikan aku adalah malaikat, pasti aku tidak punya pacar. Lagian mana ada malaikat pacaran? Apalagi dapet kado ulang tahun.

Untunglah aku manusia.

Bisa nungguin kado.



Ya, apapun bentuknya hari ini, aku mau berterimakasih, untuk semua teman-temanku yang sudah ngucapin. Mungkin tanpa kalian aku sudah tidur malam ini.

Juga Ibuku yang di luar dugaan juga ikut gayaa-gayaan seperti anak muda, nunggu jam 12 malam untuk mengirimkan sms. Ya, Ibuku kini sudah tak gengsi lagi ngucapin selamat ulang tahun ke anaknya sendiri. Dulu begitu. Dan ini mungkin untuk yang pertama kalinya.

Terimakasih Ibu, Terimakasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger