Satu-Satu Aku Sayang Ibu

PAY kedatangan keluarga baru. Ya, itu adalah group kekeluargaan yang tercipta beberapa tahun lalu, mungkin untuk yang belum tahu itu group apa, biar ku beri tahu;

PAY adalah singkatan dari kata 'Persatuan Anak Yatim'. Ya, itu adalah perkumpulan yatim-yatim kurang kerjaan untuk merasa tak sendiri, anggotanya sekarang sudah hampir 30 orang, dan kami adalah sindikat move on AYB (Anak Yatim Baru) untuk bisa pulih dari kesedihan.

PAY didirikan secara tidak sengaja ketika seorang teman bernama Karim mendapat musibah. Ya, Ayahnya meninggal waktu itu, dan aku beserta Abay menjenguknya (melayat). Sampai pada suatu ketika aku, Abay, dan Karim duduk bersama, merokok, tapi karim tidak, soalnya takut dimarahin Ibunya kalau merokok di rumah.

Singkat cerita, aku cerita tentang aku yang juga yatim, abay yang juga yatim, dan Karim yang baru yatim. Sehingga Ide cemerlang pun muncul serentak.

Ketika itu aku bertanya,

"Jadi kita ini PAY?"


"................."


"Persatuan Anak Yatim!!!" Sorak-sorai Aku, Abay, dan Karim yang menandakan bahwa entah ini kebahagiaan atau keprihatinan.



***


Ya, kedatangan yatim-yatim newbie di PAY membuat aku selalu ingat akan kisah pertama yang bersejarah ini, mungkin cuma karim yang ingat tanggalnya, kalau tidak ingat, dia termasuk durhaka. Dan karena mengingat ini, kebetulan aku jadi ingat kisah dulu, waktu aku SD, waktu setiap anak-anak diajarkan nyanyian-nyayian, ada satu nyanyian yang aku tidak pernah ikut nyanyi bersama di kelas, hingga akhirnya Ibu guru (Bu Neng) bertanya;

"Aman kok gak ikut nyanyi?"

"Aman gak punya Ayah, Buuuu"

"....... Yaudah gapapa, ikut nyanyi yang bait selanjutnya ajaaa"

"Aman juga ga punya adik dan kakak, Buuu..."

Sentak Ibu Neng menggenggam tanganku dan mengajakku untuk keluar kelas bersama. Ia bertanya, tersenyum, sesekali mengusap-usap rambutku untuk menunjukan kasih sayang. Dan terciptalah lagu baru untukku, lagu yang ia ciptakan untukku agar ikut bernyanyi. Lagu yang akhirnya aku ingat lagi setelah sekian lama. Lagu yang tak sedih, tapi terasa lain kalau dirasa sekarang.

3 komentar:

dsindra

moga2 mamang bahagia :)

Daman kadar

Aaamin. Semoga kekeluargaan yatim kita makin erat :D

Anonim

Terharu man. untungnya gue masih bisa nyanyi bait kedua yg aku sayang ayah sampe kelas enem sd. Seenggaknya better dr elo yg baitnya ga ada kata ayahnya sm sekali. *sesegukan

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger