Setelah Nulis Bingung Judulnya

Belakangan aku merasa sudah tidak lucu, walaupun sebenarnya memang tidak pernah berpikir begitu. Tapi ini lebih, lebih dari itu, aku merasa terlalu serius, entah perubahan baik atau buruk masih dipertanyakan diri sendiri.

Dimulai dari perubahan kata 'gue' yang sekarang jadi 'saya' atau 'aku', ini complicated banget, antara berbicara baku dan ngomong seenaknya, juga ngetik satu paragraph yang mikirya sampai 1 jam. Ini menyiksa, terus terang kenapa sekarang jarang posting adalah karena itu. Gue sendiri bingung sama aturan main nulis itu sendiri.

Well, beberapa omongan temen membuat pencerahan, tadi pagi, dia ngomong lewat chat;

"Kenapa jarang posting, Man?"

     "Hah? apaan? BLog?"

"Iya, tadi mampir, dan postingan jadul masih ada di page one"

     "Iya, maap, gue kehilangan kemampuan nulis, semacem anak SD lagi yang masih bingung cara nulis itu gimana"
 
"Maksudnya?"
 
     "Iya, banyak hal yang gue pengen tulis tapi kebentur di masalah text, pilih-pilih kata yang ujung-ujungnya ngebingungin diri sendiri, dan ujung-ujungnya cuma jadi draft dan gitu aja, ga kebuka-buka lagi"
 
"Loh, tumben banget lu milih-milih kata, bukan biasanya emang berantakan ya?"
 
     "Iya sih, tapi sekarang nulis berantakan aja gua ga sanggup"
 
"Yeee, aneh. ...Tapi gini ya man, (sotoy) Nulis itu kan semacem membagi pikiran sama orang, nah, apapun keluhan lu, kesenengan lu, atau juga pikiran-pikiran yang numpuk di otak lu, itu lu bagi sama orang yang mau baca tulisan lu. Disini kan objeknya Blog lu, jadi bebas lu mau nulis apa aja, lu yang punya, toh gua ga keberatan lu mau nulis bagus atau engga, itu mah kembali ke manusiawi lah ceritanya, ga setiap lu nulis kan harus bagus terus, bisa aja jelek atau ga maksud. Kan kata lu juga 'Manusia sempurna adalah yang mempunyai kekurangan dan kelebihan', nah, lu kan cuma manusia yang punya kekurangan, kalo gue mungkin bidadari yang memberi pencerahan :p (sok-sok-an) "

    "ahahaha, iya, betul. Tumben lu lebih pinter dari gua, sarapan apa emang tadi?"
 
"Belom sarapan X))"
 
     "Pantes pinter"
 
"Ahahaha, untung gua belom sarapan"
 
     "Jangan makan aja 3 hari, siapa tau, langsung jadi Insinyur!"
 
"Ahaha, kagalah, geblek. Yaudah ah gitu aja, gua mau makan, laper. Intinya sih yang tadi... (sotoy yg terakhir) Apapun yang lu mau tulis, mau bagus atau jelek, tulis aja, blog-blog lu kok, kenapa lu yang segen. Walaupun lu yang sekarang udah ga lucu lagi, cendrung serius, mungkin pengaruh pendewasaan (ehm..) jadi ya gapapa, kan ga selamanya cara berpikir orang itu gitu-gitu aja, pasti ngalamin perubahan, karena kejadian-kejadian dikehidupannya masing-masing, mungkin."
 
     "Pas! sotoynya kena banget"
 
"Kalo gitu, udah ya? Gua boleh makan nih?"
 
    "Makan tinggal makan, kenapa ijin sama gue -_-?"
 
"Yaudah, bubyee.....!"
 
     "oke, bubye.... thanks bolot!"
 
"oke, gue ngerti itu maksudnya 'thanks alot'!"
 
     "Cerdasss!"


Thansk Rani, satu lagi lagu yang sekarang gua yakin bener, 'Tak selamanya mendung itu kelabu', nyatanya; cerah itu bukan hanya milik matahari, manusia menciptakannya lewat pikiran; Lampu.

3 komentar:

marogi

Iya, Man. Lu serius banget nih sekarang, entah terbawa perasaan atau terbebani pikiran. Anyway, elu masih lebih lucu dari gua, kok. Tenang aja :P

marogi

ps: gua pikir, postingan ini isinya tentang diri elu yang akhir-akhir ini lagi kesulitan nentuin judul setelah bikin postingan. ternyata tentang elu yang udah nuli postingan ini trus bingung nentuin judulnya.

Daman kadar

Sama aja :D

Iya, gua bingung, kenapa nulis yang pada dasarnya 'cuma ngetik' aja susahnya minta ampun.

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger