New Life



1.
Di dunia yang masih sama, kita masih boleh kok memulai hidup yang baru. Mungkin dalam artian lain, hidup yang baru itu bukan sekelilignya yang berubah, tapi cara pandang kita terhadap kehidupan itu sendiri.


Berawal dari putus cinta yang sengsara, mau nggak mau gue harus sedih dan merana-rana kayak orang-orang. Dunia semacem kudalumping makan beling terus minumnya tehbotol sosro, tai bangetlah pokoknya. Sakit hati dan memaafkan semacam racun yang lama-lama bisa ngebunuh diri sendiri.


Hidup itu simpel, kalau kata orang.
Dan orang yang bilang begitu mungkin emang lagi nggak punya masalah.

Kadang banyak orang yang ngeluarin kata-kata bijak itu nggak pernah tau rasanya dibijakin, mungkin memang harus tukar posisi dulu untuk sama-sama mengerti, hidup itu tidak sesimpel teori dan praktek. Dan pada kenyataannya orang lain nggak pernah akan tau rasanya jadi diri kita. Nggak akan pernah.



2.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, kegalauan pun semakin memprihatinkan. Dan buruknya lagi, semua orang di kantor gue tau kenapa akhir-akhir ini gue jarang senyum dan jarang mandi.

Berawal dari cerita ke satu temen, si-satu-temen-itu cerita ke dua-temen, si-dua-temen-itu cerita ke tiga-temen, dan seterusnya sampe seribu. Jadilah seisi kantor mencap gue sebagai 'Lelaki galau 2013'. Ini amat menyakitkan sebagai laki-laki. Sungguh.

Punya temen-temen kayak sempak itu ngeselin, mereka lebih suka mencela daripada traktir makan orang galau. Boro-boro ngasih solusi, ngasih sebatang rokok aja mikir-mikir. Katanya, "orang galau ga boleh ngerokok, kalau rokoknya habis makin galau".

Dan itu bener.

Galau ditambah kere itu sangat durjana. Dan gue sedih banget sebagai salah satu orang yang lagi ngerasain.



3.
hidup itu keras, banyak temen gue yang kadang nyeramahin untuk jadi playboy kayak mereka, tapi gue ga bisa, playboy butuh dana besar, dilain sisi tampang nggak terlalu penting, cewek-cewek pun butuh jajan atau sekedar diperhatiin untuk sering ditelpon dan chat-chat-an.

Ini bertolak belakang banget sama sistem hati nurani gue untuk jatuh cinta lagi. Gue adalah tipe pria yang males banget PDKT, karena prosesnya gitu-gitu aja; chat-chat-an, curhat-curhatan, jalan bareng, dan akhirnya merasa saling cocok. Ini basi banget. Hampir semua orang yang bisa ketawa bareng dan saling curhat itu akan rasain yang namanya kecocokan, ini hanya chemistry, tukang becak sama mbak-mbak warteg yang sekarang nikah pun awalnya juga gitu. Merasa saling cinta karena sering suka-suka dan memang tak ada masalah sama mereka.



4.
1 kata pepatah yang paling gue gak setuju; Kata orang, "jodoh itu di tangan Tuhan", tapi nyatanya jodoh gue diambil orang. Jadi apakah orang tersebut utusan Tuhan untuk ngambil jodoh gue? Sumpah gue nggak terima kalo sistemnya kayak gitu. Ini ngebuat bingung diri gue sendiri mau marah-marah sama siapa, sedangkan kita memang diajarkan harus takut dan patuh kepada Tuhan. Jadi ujung-ujungnya kita cuma bisa merasa jadi 'korban tangan Tuhan'. Memilukan.


5.
Move on itu nggak gampang, terlebih buat orang-orang yang sulit jatuh cinta. Mungkin ada enaknya jadi orang-orang yang mudah banget jatuh cinta, cukup curhat-curhatan, jalan bareng, dan jadi suka. Kalimat diatas nyindir orang banget memang, tapi maaf, memang nyatanya gue cukup nggak setuju dengan proses yang segampang itu.


6.
Banyak temen yang pura-pura prihatin dan akhirnya menjodoh-jodohkan gue sama orang-orang, termasuk orang-orang yang lewat di pinggir trotoar. Nista banget jadi jomblo diantara orang-orang ngenye. Banyak kejadian dimana mereka suka siulin mbak-mbak lewat dan ketika mbak-mbaknya nengok nunjuknya ke gue. Tai bangetlah itu pokoknya, seakan harga diri gue sebates siul-siulin cewek-cewek dan nggak merasa berdosa kayak preman pinggir jalan. Mengenaskan.

Terkadang mereka pun menjodohkan gue sama cewek-cewek yang udah punya pacar, katanya "Yaudah sih, Man, cobain aja, siapa tau cocok, dianya juga ga keberatan".  Dan sumpah demi Tuhan, gue nggak akan pernah mau jadi cowok yang ngedeketin cewek yang udah punya pacar, karena gue sangat tahu rasanya jadi orang yang diduakan.


7.
kalau omongan orang galau itu rada kasar, maklumin aja, sebenernya cuma itu caranya untuk bisa fighting sama hati yang lagi mellow.

Sebenernya pokok postingan gue gak bermaksud sampai ke sini, tapi itulah hidup, kita cuma bisa berencana dan belum tentu hasilnya sesuai dengan yang direncanakan.

Dan akhirnya,'New Life' bagi gue mungkin memang bukan hidup yang bisa kita rubah dengan langsung *cring!* jadi baru, tapi lebih kepada kehidupan yang tetap sama dengan cara menjalani yang berbeda.


8.
Kurang lebihnya mohon maaf dan mohon maaf.

4 komentar:

marogi

Man...doa gue, semoga lo tambah produktif nulisnya. :')

Daman kadar

Aaamin, Gi :)

Anonim

"Dan sumpah demi Tuhan, gue nggak akan pernah mau jadi cowok yang ngedeketin cewek yang udah punya pacar, karena gue sangat tahu rasanya jadi orang yang diduakan."

Agak rancu kata-kata nya, bukanya sering ya deketin pacar orang? Ahaha

Daman kadar

tobat kan. ahaha

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger