Bahaya Kebosanan

Datangnya dari waktu, bosan bisa hadir dalam keadaan statis atau cenderung lurus-lurus saja. Coba kita rasakan tidur yang nyaman di kamar hotel terbaik sekalipun, jika pengulangan itu-itu saja selama waktu yang ditentukan untuk jadi bosan, maka kita akan bosan, dan butuh keluar.

Mungkin ini juga alasannya ketika sebuah hubungan yang baik-baik saja, atau bisa dibilang sedang aman-amannya, tiba-tiba putus begitu saja. Mungkin menurutku ini kisahku, dalam versiku, entah kalau menurut versi kekasihku yang dulu itu. Karena pada dasarnya setiap orang punya sudut pandang yang berbeda dan melahirkan banyak penjelasan yang berbeda pula, dan ini dinamakan kekayaan sudut pandang. Tentang siapakah yang benar? Tentu semuanya benar, itulah hebatnya sudut pandang, kita bisa melihat benda yang sama namun belum tentu dengan penjelasan yang sama.

Balik lagi kepada bahayanya kebosanan, banyak mungkin diantaranya hubungan-hubungan yang hancur karena kebosanan. Gejala-gejalanya beragam, kebosanan bisa membuat orang mencari apa yang tidak membosankan bahkan jika harus mengganti apa yang sudah dimiliki, atau juga bisa jadi kebosanan adalah awal proses dimana setiap hal yang baru terlihat sangat menarik, walaupun belum tentu begitu.

Untuk mengetahui apa yang membosankan atau tidak itu tidak perlu, pada kenyataannya setiap hal akan membosankan pada waktunya, inilah cobaan terberatnya setelah mendapati. Setiap hal yang kita dapati lalu kita miliki pada dasarnya punya nilai waktu, pada kasus yang sering terjadi nilai-nilai itu jatuhnya merosot, dari awal nilainya 100 bisa jadi setahun kemudian nilainya 20, atau bisa jadi habis. Contoh mudahnya begini, ketika mencintai seseorang di awal, kita mempunyai nilai 100 untuknya, dan nilai itu lambat laun akan menipis seiring masalah-masalah yang dihadapi, namun itulah kenyataannya, penilaian terbaik selalu tampak di muka, karena itulah seseorang tertarik kepada seseorang lainnya.

Namun, apakah setiap penilaian itu sistemnya harus merosot? Oh, tentu tidak. Penilaian pun bisa jadi semakin tinggi nilainya tergantung bagaimana prosesnya. Jika datangnya masalah itu hukumnya adalah pasti, maka penyelesaian masalah bisa berbuah negative dan juga bisa berbuah positif. Sifat negatif selalu mengurangi dan sifat positif selalu menambahkan. Jadi itu lah sistem yang kita anut dalam hubungan. Ini terlalu matematis memang, namun cinta pun sebenarnya adalah hubungan logika bercampur perasaan.

Jadi itulah sudut pandang yang sedang ku pandangi sekarang, di kamar ini; "Kalau kebosanan sudah menghampirimu, senyamannya kasur pun tak membuatmu nyaman".

2 komentar:

Anonim

jadi hubungan nya hancur karena kekasih yang dulu nya itu bosen ya mas?

Anonim

Saya pernah dengar bahwa yang bisa menjaga hubungan itu adalah komitmen....

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger