Hey, Yang-tak-berperasa



Tiap ruang dalam diam berisi kenangan
      Hey, Yang-tak-berperasa
      haruskah ku katakan padamu agar aku tak merasainya sendiri?

      Kurasa jangan. Takut percuma

Aku selalu mampir ke mari
      Pada jalan yang sering kita lalui
      Sekedar mencari-cari sisa nafasmu yang dulu terhembus di sini

      Hey, Yang-tak-berperasa
      Coba beritahu, 
      kemana harus ku tapakkan langkah agar seimbang antara rindu dan duka?


2 komentar:

:D

Aku memahami tulisan ini, merasakan hal yang persis sama .

Meylan Sari

Kak Daman, izin share boleh ?

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip blog :

 

@Twitter :

 

Teman :

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger